DICKY/RADARDEPOK REZEKI: Wagiyati saat menjajakan terompetnya di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Minggu (31/12/2017)
DICKY/RADARDEPOK
REZEKI: Wagiyati saat menjajakan terompetnya di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, Minggu (31/12/2017)

Momentum pergantian malam tahun baru, banyak dimanfaatkan masyarakat Kota Depok, khususnya pedagang trompet. Namun, keinginan mendapat keuntungan dimalam tahun baru, hanya secercah harapan. Seperti Wagiyati penjual trompet di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari. Sepinya pembeli trompet membuat dia mengalami penurunan omzet penjualan hingga 60 persen ketimbang tahun lalu.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

 

Lalu lalang kendaraan di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari, menjelang malam pergantian Tahun Baru 2018, memberikan harapan pedagang trompet untuk mencari keuntungan. Seperti halnya Wagiyati yang menjual trompetnya di dekat pintu masuk Perumahan BSI Kelurahan Duren Mekar, Kecamatan Bojongsari.

Sesaat menjajakan jualannya, Wagiyati mengaku sudah empat tahun belakangan ini di momen menjelang pergantian tahun, dirinya berjualan trompet, sedangkan di tahun ini, dirinya sudah menjajakan terompet enam hari sebelum malam pergantian tahun. Menjual trompet pada pergantian malam tahun baru, merupakan salah satu kesempatannya dalam mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Menjelang akhir tahun, saya mencari peluang dengan berjualan trompet,” ujar perempuan berusia 50 tahun tersebut.

Perempuan yang tinggal di wilayah Kelurahan Duren Mekar tersebut mengungkapkan, terompet yang dia jual mulai dari harga Rp10ribu hingga Rp20 ribu. Menurutnya, harga tersebut sudah terbilang murah dan dapat di jangkau masyarakat yang meramaikan malam pergantian tahun.

Namun, sambung Wagiyati untuk mencari keuntungan besar dengan menjual terompet di malam pergantian tahun, hanya tinggal kenangan didalam pikirannya. Nyatanya, hingga menjelang malam pergantian tahun tidak banyak trompet yang terjual. Bahkan, dia mengalami penurunan penjualan terompet sebanyak 60 persen dari tahun lalu.

Dirinya pun tidak tahu pasti penyebab dari menurunnya jumlah pembeli tersebut. Tetapi, menurutnya itu dikarenakan perayaan tahun baru kali ini, tidak semeriah di tahun-tahun sebelumnya.

“Ya mau bagaimana lagi mendapat untung sedikit dan balik modal sudah bersyukur,” tutup Wagiyati. (*)