Sekali Kencan Rp300 Ribu, Sudah Rekam 50 Video Mesum

In Utama
 Pelaku Gay Dicek Kesehatan (Ade/Radar Depok)

DEPOK – Pascapenangkapan instruktur fitnes bersama teman prianya yang menyebarkan vidio mesum mereka, publik di Kota Depok juga kembali dibuat terkejut. Pelaku berinisial MS (31) ternyata pernah kena penyakit kelamin atas kasus yang sama, dan RS mengaku kerap menjual diri guna mendapatkan penghasilan.

Video mesum yang mereka sebar di media sosial Twitter berdurasi 1:48 menit, di bikin di sebuah tempat fitnes kawasan Rangkepanjaya, Pancoranmas.

Pemilik gym, Yos Desambra mengaku, sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Ia tidak menyangka jika salah satu pegawainya MS alias Ucil mengidap kelainan seksual. “Sangat terpukul banget, ini jelas mencoreng nama baik gym kami,” kata Yos saat ditemui Radar Depok di rumahnya, Senin (22/1).

Yos menceritakan, MS alias Ucil mulai dipekerjakan di tempatnya sejak tahun 2015. Saat itu ia kekurangan satu instruktur fitnes dikarenakan salah satu instruktur fitnesnya resign. “Karena Ucil ini member, dan sering juga ke sini, hampir setiap hari, makanya saya ajak untuk kerja di sini,” lanjut Yos.

Yos sama sekali tidak menaruh rasa curiga terhadap Ucil, karena gelagatnya yang tidak menunjukkan dirinya mengidap perilaku seks menyimpang. Bahkan, dirinya mempersilakan Ucil yang tinggal di daerah Bogor untuk menginap di tempat gym miliknya. “Kan biasanya keliatan ya, ngondek atau gimana, tapi ini nggak, biasa kaya laki normal,” tutur Yos.

Hal tersebut dianggap Yos, karena Ucil merupakan pemeran laki dalam hubungan sesama jenis atau kerap disapa Top. “Saya baru tahu di dunia gay ada dua jenis laki (top) dan perempuan (bot), nah si Ucil ini ternyata Top nya, jadi ya kayak laki-laki normal,” kata Yos.

Setelah diselidiki, lanjut Yos, Ucil pernah bekerja di salah satu tempat rekreasi yang terletak di Pasir Putih, Sawangan. Menurut keterangan pekerja di sana, rupanya Ucil sempat mengalami penyakit kelamin. “Ternyata udah dari dulu (gay), sebelum di sini di tempat kerja sebelumnya juga pernah. Bahkan sempat terkena penyakit kelamin katanya,” aku Yos.

Yos mengaku mulai mengetahui Ucil menyimpang beberapa bulan kebelakang. Setelah mendapatkan informasi dari karyawannya yang melihat video mesum berlatar lokasi gymnya. “Kok ada video seperti ini pak, dibuat tanggal 18 Agustus 2016, ini siapa yang buat,” kata Yos menirukan suara karyawannya.

Segera dirinya melakukan pencarian dibantu beberapa temannya, guna mencari keaslian video tersebut. “Di tracking ke perkumpulan gay di Depok dan Bandung tidak ada, ternyata adanya di perkumpulan gay Surabaya,” lanjutnya.

Setelah mendapatkan informasi terkait video tersebut, munculah nama RS (21) yang open booking terhadap pasangan sesama jenis (gay). “Langsung saya suruh karyawan saya menyamar sebagai homo yang hendak memesan RS,” bebernya.

Awalnya agak sulit untuk memancing agar RS keluar dari persembunyiannya. Namun setelah mengupayakan berbagai cara ia berhasil merayu RS. “Dia kan kasih tarif Rp500 ribu, tapi karyawan saya bilang akan bayar lebih untuk meyakinkannya,” kata pecinta kucing tersebut.

Singkat cerita, RS langsung melakukan janjian dengan karyawannya di ATM BRI Komplek BDN, Rangkepanjaya, Pancoranmas. “Langsung dia kita jebak. Ucil masih kerja tuh. Kemudian saya minta ucil jemput saya di polsek, akhirnya kita ringkus keduanya,” kata Yos.

Yos merasa dirinya ditipu oleh Ucil, setelah dirinya mempersilakan Ucil tinggal di lokasi usahanya dengan leluasa, usaha gym nya juga tercoreng dengan perilaku Ucil. “Makan di kasih, gaji jalan terus, ehh ternyata dia begini,” keluh Yos.

Ia memastikan, selain pasangannya, Ucil tidak pernah melakukan hubungan tersebut dengan member baik pria maupun wanita. “Nggak ada sih, soalnya Ucil ini badannya kecil, jadi nggak berani sama member,” katanya.

Yos mengatakan, fitnesnya telah berdiri sejak tahun 2004 dan telah banyak menghasilkan binaragawan profesional yang mendapatkan juara baik tingkat lokal maupun nasional. “Adanya kejadian seperti ini, pasti berdampak pada pelanggan kami, untuk itu saya berharap pihak kepolisian bisa menghukum pelaku seberat beratnya,” tandasnya.

Salah satu member fitnes tersebut, Bambang S mengatakan, Ucil bukan merupakan instruktur fitnes tersebut, melainkan hanya penjaga tempat fitnes. “Kalau instruktur ada sertifikatnya, tapi dia nggak punya, dia bukan instruktur hanya jaga tempat,” kata Bambang.

Sementara itu, Kapolresta Depok Kombes Didik Sugiarto mengatakan, pihaknya telah menetapkan RS (21) dan MS (31) sebagai tersangka dan saat ini ia masih mendalami kasus tersebut. “Pemeriksaan terhadap dua orang yang telah kita tetapkan tersangka dan akan terus kita lakukan pendalaman,” kata Didik kepada wartawan, Senin (22/1).

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Didik, pelaku RS bukan hanya sekali melakukan aktifitas seks menyimpang yang direkam, melainkan sudah lebih dari 50 video dengan orang yang berbeda. 20 dari 50 video tersebut diupload di akun twitternya. “Masih kita lakukan pendalaman siapa saja orang berperan dalam video tersebut,” lanjutnya.

Didik mengatakan, motif sementara terkait dengan video yang dilakukan oleh RS dengan MS atas dasar suka sama suka. Bermula dari berkenalan melalui medsos kemudian bertemu, dan melakukan lebih dari tiga kali. “Semuanya dilaksanakan di tempat gym, karena tempat gym kalau hari minggu tutup. Sehingga leluasa untuk melakukan aktifitas itu,” katanya.

Sedangkan untuk 20 video yang telah disebar oleh RS, merupakan motif ekonomi. Mengingat RS merupakan perantau, dan tidak memiliki pekerjaan tetap. “Jadi mencari tambahan dengan kegiatan seperti itu,” katanya.

Menurut pengakuan RS, lanjut Didik, ia mendapatkan uang mulai dari Rp300.000 sampai Rp700.000 sekali kencan, namun masih terus didalami oleh pihaknya. Dari hasil pendalaman kedua tersangka, mereka melakukan hal tersebut karena masa lalunya yang menjadi korban orang lain. “Dua orang ini melanggar Undang-undang pornografi dan juga undang-undang ITE,” pungkas Didik. (ade)

You may also read!

alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...

Mobile Sliding Menu