Sidang Geng Jepang Tertutup

In Utama
ADE/RADAR DEPOK
DIGIRING: Terdakwa perempuan anggota Geng Jepang saat dibawa petugas Kejaksaan Negeri Kota Depok usai menjalani sidang perdananya di Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Depok, Rabu (17/1).

DEPOK – Sejumlah terduga pelaku pencurian dengan pemberatan di toko Fernando Sukmajaya, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas 1 B Kota Depok, Rabu (17/1).

Para pelaku merupakan anggota geng motor Jembatan Mampang (Jepang) yang berjumlah sembilan orang. Mereka adalah AG (16), D (16), W (15), M (12), F (17), AB (17), dan tiga perempuan BA (17), EA (17), dan YA (17), menjalani persidangan anak mengingat usianya masih belasan.

Humas Pengadilan Negeri Kota Depok, Teguh Arifiano mengatakan, sidang perdana tersebut merupakan persidangan yang digelar terhadap pelaku di bawah umur atau kategori anak. “Yang baru masuk ke kami adalah berkas anak-anak, yang lainnya belum,” kata Teguh kepada Radar Depok.

Persidangan digelar di Ruang Sidang Garuda, PN Kota Depok secara tertutup. Adapun agenda persidangan merupakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) sekaligus pemeriksaan saksi saksi.

JPU, Endah menuturkan, kesembilan terduga pelaku tersebut didakwa dengan Pasal 365 KUHP ayat 2 kesatu dan kedua atau Pasal 368 KUHP, dengan ancaman maksimal di atas sembilan tahun penjara.

“Karena dia masih kategori anak, jadi maksimal tuntutan setengahnya dari ancaman maksimal,” kata Endah saat dikonfirmasi usai persidangan.

Karena persidangan anak, lanjut Endah, persidangan dibuat cepat tidak seperti persidangan pada umumnya. Pembacaan dakwaan dibarengi pemeriksaan saksi-saksi. “Ada tujuh saksi yang diperiksa, antara lain dua orang penyidik, tersangka dewasa dua orang, pemilik toko, dan dua karyawan toko,” beber Endah.

Endah menambahkan, selama jalannya persidangan, seluruh tersangka menangis dan berharap agar majelis hakim memaafkan dan membebaskannya. “Seluruh tersangka nangis, katanya kapok, mau pulang,” kata Endah.

Lebih jauh Endah mengatakan, salah satu dari sembilan terdakwa tersebut adalah residivis kasus yang sama di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

“Tentu ini akan berpengaruh sama tuntutan yang akan dibacakan minggu depan,” tandas Endah.

Usai sidang, tersangka yang perempuan meninggalkan ruangan namun tersangka lelaki tinggal di ruang sidang guna melaksanakan sidang selanjutnya yang pencurian dan pemberatan yang dilakukan di kawasan Sawangan dan Limo.

JPU, Putri Dwi Ariani menambahkan, selain melakukan pencurian di Toko Fernando, Jalan Sentosa Raya, Sukmajaya pada tanggal 24 Desember lalu, enam tersangka tersebut sebelumnya melakukan aksi di kawasan Sawangan dan Limo.

“Hanya yang lakinya saja, tanggal 22 Desember melakukan begal di Sawangan dan Limo, mereka beraksi di warteg dan di jalan,” kata Putri.

Ke enam lelaki itu adalah AG (16), D (16), W (15), M (12), F (17), AB (17). Mereka didakwa dengan Pasal 365 KUHP ayat 2 kesatu dan kedua atau 368 KUHP jo 65 KUHP ancaman maksimal 12 tahun penjara.

“Ancaman maksimal mereka hanya 6 tahun, tuntutan minggu depan,” kata Putri. (ade)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu