PEBRI/RADAR DEPOK PENGETAHUAN: SMKN 2 Depok mengadakan test psikolog untuk guru, staf, dan karyawan yang jumlah keseluruhannya ada 99 orang, Sabtu (6/1).
PEBRI/RADAR DEPOK
PENGETAHUAN: SMKN 2 Depok mengadakan test psikolog untuk guru, staf, dan karyawan yang jumlah keseluruhannya ada 99 orang, Sabtu (6/1).

DEPOK – Sebanyak 99 guru, staf, dan seluruh karyawan SMKN 2 Depok mengikuti tes psikolog yang diadakan pihak sekolah, Sabtu (6/1). Ini adalah tes psikolog yang pertama kali diadakan SMKN yang berlokasi di Jalan Abdul Wahab, Kecamatan Sawangan untuk internal mereka, selain siswa.

Kepala SMKN 2 Depok, Tatang Komarudin mengatakan, di dalam diri seseorang terkadang ada kemampuan atau bakat yang dirinya sendiri belum tahu atau belum menyadari. Jadi, dengan adanya tes psikolog, setidaknya gru, staf, dan karyawan SMKN 2 Depok bisa mengenal dirinya sendiri lebih dalam.

“Dengan mengenal diri sendiri lebih dalam, tentunya nanti akan bisa bekerja dengan maksimal,” ucapnya kepada Radar Depok.

Tatang menuturkan, terkadang seseorang bisa mencapai titik kejenuhan dalam bekerja, sehingga kerja jadi terpaksa. Test psikolog tersebut, juga bisa jadi diukur kemampuan secara psikologis dengan begitu, nantinya mereka bisa ditempatkan di posisi yang sesuai dengan kemampuannya.

“Posisi yang tepat untuk seseorang, tentunya akan berpengaruh pada kemaksimalan orang tersebut dalam bekerja,” tuturnya.

Sementara itu, Owner Psikolog Rajawali, Rustinawati menuturkan, ada beberapa test paikolog untuk guru, yang hasilnya tidak diberikan ke guru tersebut, tetapi hanya diberikan ke pimpinan. Namun, untuk kali ini akan disampaikan seluruh hasilnya kepada guru. Sehingga, guru, staff, dan karyawan bisa mengetahui dirinya.

“Jarang harus melihat IQ, karena IQ terkadang bisa berubah-ubah. Tetapi, jika kepribadian seseorang tidak akan berubah, karena itu sudah menjadi dasar dalam dirinya dalam bersikap dan berprilaku,” jelasnya. (peb)