Tidak Ada Persiapan Istimewa Pempertahankan Adipura

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
            BERDIRI KOKOH : Tampak terlihat Monumen Piala Adipura yang berada di simpang Jalan Arif Rahman Hakim dan Jalan Raya Margonda, kemarin.

DEPOK- Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) Kota Depok terus berupaya mempertahankan meraih penghargaan piala Adipura di 2018. Diketahui, penilaian P1 Adipura sudah dilaksanakan pada November sampai Desember 2017, namun nilainya belum diketahui.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, Kusumo mengklaim, P1 nilainya sudah bagus, tapi belum diketahui berapa jumlah poinnya. Meski begitu, ada kekurangan yakni soal pemilahan sampah di tiap sekolah swasta dan negeri.

“Ada kekurangan sedikit di sekolah itu kami evaluasi. Karena masih banyak sekolah yang belum memilah sampah,” kata Kusumo, kepada Radar Depok, kemarin.

Untuk P2 lanjutnya, sudah berjalan mulai awal Januari hingga Maret tahun ini. Setelah mendapatkan jumlah poin dari pihak tim penilai di Juni baru kegiatan evaluasi.” Setelah itu pengumuman penghargaan Adipura,” ucapnya.

Untuk meraih penghargaan kebersihan tersebut, nilainya harus lebih dari 73 poin lebih. Sebab, kata dia, Depok raih piala Adipura mendapatkan 73 poin lebih. “Kami optimis dapat lagi piala di 2018,”kata dia.

Adipura 2018 ini, tambah dia, DLHK Depok tidak ada persiapan istimewa untuk meraih dan mempertahankan piala tersebut. Namun, pihaknya terus berkerja dengan menyicil apa saja yang kurang untuk meraih poin besar saat penilaian.

“Kita kan sudah ada kegiatan rutin yakni Jumsih. Jadi Depok siap raih Adipura,” terangnya.

Sementara, Walikota Depok  Mohammad Idris mengintruksikan dan mengajak semua elemen untuk memaksimalkan aksi pilah sampah.  Idris mengungkapkan aksi pilah sampah akan diperluas hingga ke seluruh wilayah Depok. Agar sampah rumah tangga bisa tertangani dengan baik.

“Saat penilaian Adipura 2017 kemarin, pemilahan sampah menjadi penyumbang nilai terbesar. Ke depan kegiatan pilah sampah ini diharapkan bisa dilaksanakan dalam cakupan yang lebih luas,” ujar Idris, kepada Radar Depok belum lama ini.

Selama ini kata dia, aksi pilah sampah telah berjalan secara konsisten perumahan dan perkampungan.

“Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos. Adapun untuk sampah plastik dikumpulkan dalam bank sampah dan kemudian dijual untuk menjadi salah satu sumber pemasukan bagi kompleks perumahan ini,” ulasnya.

Selebihnya, sambung Idris sampah yang berupa residu ditangani oleh Dinas Kebersihan Kota Depok. Dalam jumlah yang tidak terlalu banyak, sampah ini dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kota Depok kata dia, ditetapkan sebagai salah satu daerah penerima gelar Adipura 2017. “Ini berkat kerja keras warga Depok dan para petugas kebersihan. 18 tahun penantian panjang Depok baru dapat penghargaan Adipura di 2017,” kata dia.(irw)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu