UI Kukuhkan Dua Guru Besar FK

In Pendidikan
IST
GURU BESAR: Suasana pengukuhan dua guru besar UI di Aula FKUI Salemba.

DEPOK – Universitas Indonesia (UI) kembali menambah jumlah guru besarnya dengan mengukuhkan dua profesor dari Fakultas Kedokteran (FK) sebagai guru besar tetap dalam bidang ilmu kesehatan anak.

Mereka adalah Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K), dan Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, SpA(K). Keduanya dikukuhkan di Aula FKUI Salemba, Jumat (12/01).

Prof. Zakiudin Munasir menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Alergi Makanan pada Anak di Indonesia dan Permasalahannya, Antara Mitos dan Fakta”.

Dalam pidatonya, ia memaparkan bahwa banyak pantangan yang diterapkan ibu kepada anak penderita alergi makanan justru menyebabkan anak mengalami tumbuh dalam keadaan kekurangan nutrisi.

“Banyak sekali makanan bergizi tinggi yang dianggap menjadi salah satu pencetus alergi makanan pada anak, seperti susu sapi, telur, ikan, dan kacang-kacangan. Kalau si anak sedari kecil sudah dilarang memakan makanan-makanan ini, pasti kedepannya mereka akan mengalami kekurangan gizi,” jelas Prof. Zakiudin melalui rilis yang diterima.

Prof. Zakiudin juga merekomendasikan beberapa metode pencegahan alergi makanan pada anak yang sudah terbukti, yakni pemberian ASI ekslusif, pemberian makanan padat usia 4-6 bulan secara bertahap yang diberi jarak 2-3 hari namun tetap memberikan ASI. “Serta penghindaran asap rokok pada masa kehamilan dan tumbuh kembang anak,” katanya.

Sedangkan, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini menyampaikan pidato pengukuhan berjudul “Pediatri Sosial Pendekatan Holistik Komprehensif dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang dan Kualitas Hidup Anak: Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi”.

Dalam pidatonya, dia menyampaikan pentingnya peranan pendekatan pediatri sosial dalam meningkatkan standar kesehatan suatu negara, terutama masalah kesehatan anak.

“Pediatri sosial adalah sebuah upaya menjaga kesehatan anak yang tidak hanya berfokus pada mengobati atau kuratif tetapi juga mencegah atau preventif dengan melibatkan tidak hanya rumah sakit, namun semua unsur penunjang kesehatan seperti keluarga, lingkungan dan sekolah,” jelasnya.

Prof. Rini menambahkan, konsep “From hospital to community” atau sebaliknya “From community to hospital” menjadi konsep dasar dari pendekatan tersebut. Lingkup pediatri sosial meliputi beberapa aspek keahlian yang sangat luas, seperti pediatri komunitas, pediatri perilaku, pediatri perkembangan, pediatri sosial, promosi kesehatan, sampai ke aspek perlindungan dan advokasi anak.

Dalam melakukan pendekatan ini, peranan data primer dalam komunitas akan sangat penting, sehingga kebijakan kesehatan anak yang dikeluarkan tidak bersifat top-down.

“Selain itu, kolaborasi antara institusi pendidikan, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan pihak industri juga diperlukan agar pediatri sosial dapat berjalan secara efektif dalam menangani masalah kesehatan anak,” katanya. (cr3)

You may also read!

berita acara bukopin

Pemerintah dan Regulator Menjaga Bukopin Dan Dana Nasabah

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Bank Bukopin baru saja selesai melaksanakan

Read More...
acara muharram di pengasinan

Satpol PP Kota Depok Tidak Tahu Ada Dangdutan di Muharram Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...
acara muharram di pengasinan dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Acara Muharram di Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...

Mobile Sliding Menu