RICKY/RADAR DEPOK MEMBERIKAN MATERI: Wartawan di Kota Depok selepas menjadi narasumber di kegiatan pelatihan jurnalistik pelajar se -Depok di Kecamatan Sukmajaya, kemarin.
RICKY/RADAR DEPOK
MEMBERIKAN MATERI: Wartawan di Kota Depok selepas menjadi narasumber di kegiatan pelatihan jurnalistik pelajar se -Depok di Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

DEPOK – Pemersatu Wartawan Reformasi Indonesia (PWRI) Jaya Kota Depok mengelar kegiatan pelatihan jurnalistik kepada 101 pelajar terdiri dari siswa dan siswi SMA dan SMK se-Depok, di kawasan Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

Ketua PWRI Jaya Depok, Achmad Mauludin menuturkan, pelatihan jurnalistik ini program tahunan. Pelatihan kali ini diperuntukan bagi pelajar.

“Kami terpangil mencerdaskan generasi penerus bangsa ini khusus di Depok,” kata Mauludin, kepada Radar Depok, kemarin.

Para peserta kata Mauludin, terdiri dari berbagai SMA dan SMK negeri dan swasta sebanyak 39 sekolah. Kegiatan pelatihan ini dikenakan biaya Rp 100 ribu persiswa dengan mendapatkan kaos, alat tulis, konsumsi makan siang dan makanan ringan. “Juga ada doorprize,” ucapnya.

Ditambahkan, di acara pelatihan PWRI Jaya Depok menghadiri narasumber dari media Antara, Republika, dan Neraca yang sudah berpengalaman di dunia jurnalistik. “Setelah ini kami tentu akan bina hingga para peserta ini memiliki media internal di tial sekolah,” katanya.

Narasumber pelatihan, Rusdi Nurdiansyah mengaapresiasi PWRI Jaya Depok mengelar pelatihan jurnalistik kepada para siswa dan siswi. ”

Bahkan, kata dia, kepada para peserta pelatihan ilmu jurnalistik ini harus menjiwai sehingga dalam pelaksanaan tugas jadi mudah dan berjalan. “Terpenting kalau mau jadi wartawan itu harus banyak baca buku. Dan harus kuliah ambil jurusan jurnalistik dan ilmu komunikasi,” kata Rusdi. (cky)