PEMBEKALAN: Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat usai memberikan sambutan pada peresmian dan pembekalan agen sosialisasi KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (7/2).
PEMBEKALAN: Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat usai memberikan sambutan pada peresmian dan pembekalan agen sosialisasi KPU Provinsi dan KPU kabupaten/kota pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2018 di Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (7/2).

BANDUNG – Sebagai upaya meningkatkan partisipasi pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar dan terulang wujudnya pesta demokrasi yang jujur dan transparan serta jauh dari ujaran kebencian dan hoax. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat mengumpulkan 1309 agen sosialisasi dari kabupaten/kota se-Jabar di Trans Luxury Hotel, Bandung, Rabu (7/2).

Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar dari KPU Jabar dan KPU kabupaten/kota untuk menciptakan pemilihan Gubernur Jabar tanpa ekses dan konflik.

“Kami menyadari bahwa suksesnya Pilgub Jabar tidak hanya peran dari KPU saja. Akan tetapi juga butuh masyarakat, salah satunya yaitu agen sosialisasi yang telah direkrut oleh masing-masing KPU Kota dan Kabupaten,” kata Yayat.

Selain itu, kehadiran para agen sosialisasi ini untuk mendapatkan pembekalan terkait proses pilkada serta hal – hal yang membuat proses pilkada menimbulkan konflik.

“Intinya kami akan memberikan pemahaman kepada mereka tentang tahapan pilkada, tugas mereka serta beberapa cara agar menghadapi informasi hoax serta ujaran kebencian,” paparnya.

Setelah mendapatkan pembekalan, sambung Yayat, para agen sosialisasi diharapkan mampu mengaplikasi setiap informasi yang didapatkan dari acara bimtek ini agar disampaikan ke masyarakat.

“Apapun yang didapatkan saat ini, para agen harus menjadi lider yang selalu menyampaikan informasi yang baik dan sehat serta menjadi referensi bagi masyarakat. Dan juga para agen harus melaporkan semua kegiatan sosialisasinya ke KPU masing-masing Kota dan Kabupaten,” ungkapnya.

Menurut Yayat, penyelenggaran Pilgub Jabar adalah pemilihan demokrasi lokal yang sangat besar. Sebab akan diikuti 33 juta pemilih. “Artinya dari hal ini potensi juga sangat besar septi kata Kapolda Jabar. Untuk itulah kami sangat berharap agen sosialisasi ini harus mampu mencegah hal ini dengan menyampaikan informasi yang baik dan benar,” ucap Yayat.

Kasubag Humas dan Teknik KPU Jabar, Cecep Hidayat meminta kepada agen sosialisasi dari berbagai Kota dan Kabupaten se Jawa Barat agar mampu menangkal informasi hoax serta ujaran kebencian selama proses pemilihan Gubernur Jawa Barat berlangsung.

“Ujaran kebencian, hoax merupakan hal yang utama yang harus dilawan selama proses pilkada berjalan,” ujarnya

Selain itu, agen sosialisasi harus siap mensosialisasikan pilkada yang sehat dan bersih kepada masyarakat.” Agen sosialisasi harus menyampaikan informasi yang berimbang dan menyehatkan terkait kandidat Gubernur,” ungkapnya.

Terpisah, Ketua KPU Kota Depok, Titik Nurhayati juga menyampaikan hal yang sama. Bahwa agen sosialisasi harus mampu berkerja untuk melawan informasi sesat yang tidak bertanggung jawab. “Informasi hoax harus dilawan. Begitupun ujaran kebencian yang membuat perpecahan harus dilawan dengan menyampaikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ucapnya.

Selain itu, Titik juga berharap agar agent sosialisasi harus mampu memberikan informasi yang sehat kepada masyarakat sehingga bisa memberikan hak suara tanpa ada paksaan.

“Sampaikan informasi yang baik terkait calon. Jangan ditambah – tambah. Serta yang paling penting lawan setiap informasi hoax,” tandasnya. (cky)