SANI/RADAR DEPOK BANTUAN: Kepala Disporyata, Wijayanto (ke empat dari kiri), bersama Ketua Podsi, Sariyo Sabani dan perwakilan cabor Tarung Drajat menerima bantuan alat, di gedung Dibaleka II, Selasa (6/2).
SANI/RADAR DEPOK
BANTUAN: Kepala Disporyata, Wijayanto (ke empat dari kiri), bersama Ketua Podsi, Sariyo Sabani dan perwakilan cabor Tarung Drajat menerima bantuan alat, di gedung Dibaleka II, Selasa (6/2).

DEPOK – Pemkot Depok melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok memberikan bantuan berupa peralatan olahraga untuk dua cabang olahraga (cabor), yakni Dayung dan Tarung Drajat. Pemberian tersebut, dilakukan di Dibaleka II, Selasa (6/2).

Kepala Disporyata Kota Depok, Wijayanto mengatakan, bantuan peralatan tersebut sebagai wujud kepedulian Pemerintah kepada atlet, untuk cabor prestasi yang ada di Kota Depok. Tujuannya tentu, agar terus termotivasi meningkatkan prestasinya.

“Ini adalah bukti keseriusan Pemerintah untuk menjadikan mereka unggul dan berprestasi,” kata Wijayanto kepada Radar Depok.

Wijayanto menuturkan, dengan pemberian bantuan berupa alat tersebut, dapat membangun semangat para atlet dalam berlatih. Selain prestasi, Ia juga memperhatikan pembinaan bagi para atlet.

“Pembinaan atlet juga penting, karena olahragawan selain harus punya kemampuan yang baik, mereka juga harus punya mental tanding dan sportif,” tuturnya.

Di lokasi yang sama, Ketua PODSI Kota Depok, Sariyo Sabani menuturkan, dengan adanya bantuan tersebut, tentunya akan memotivasi dirinya dan juga atlet untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya hingga berbuah prestasi.

“Sempat terpuruk di 2011 akibat sarana yang sudah usang. Semoga atlet makin giat, termotivasi, dan prestasi yang lebih baik. Bukan hanya sampai Porda, tapi sampai Asian Games,” Kata Sariyo.

Sariyo mengatakan, cabor dayung bukan hanya kekurangan alat untuk berlatih, namun juga sarana untuk latihan. Sehingga, para atlet harus menyewa tempat dan alat di Sukabumi.

“Atlet flat, mereka latihan di Setu Lio, tapi tidak memungkinkan untuk selalu disitu. Karena air yang ada di setu tersebut belum bisa dikatakan layak,” kata sariyo.

Ia menargetkan, dari 18 atlet cabor dayung pada Porda 2018, dapat menampilkan hasil yang maksimal. “Semoga membawa pulang emas, kami akan buktikan keseriusan kami terhadap olahraga ini,” tutup Sariyo. (cr3)