DEPOK-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Depok, kembali menggulirkan sidang isbat nikah. Hanya saja, di 2018 tidak sebanyak tahun sebelumnya. Ditarget hanya 120 pasangan suami istri (Pasutri) dapat mengikuti prosesi sidang isbat nikah.

Kepala Disdukcapil Depok, Misbahul Munir mengatakan, tidak terlalu banyak target pasturi mengikuti sidang isbat nikah di tahun ini. Sebab, tahun sebelumnya Disdukcapil menargetkan sebanyak 330 pasutri, namun realisasinya hanya 61 pasturi yang menjalankan sidang isbat nikah. “Kami minta  lurah dan camat untuk membantu menyosialisasikan kepada masyarakat,” kata Munir kepada Radar Depok, kemarin.

Penyelenggaraan itsbat nikah, kata Munir akan dilaksanakan di tiap kecamatan. Tujuannya untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan di bidang hukum. Selain itu, sebagai upaya pemerintah dalam membantu masyarakat tidak mampu untuk memperoleh hak atas buku nikah dan akta kelahiran. Tentunya, dengan proses yang cepat dan biaya yang ringan.

Menurutnya, isbat nikah ini diberikan secara gratis untuk warga ber-KTP Depok yang kurang mampu. Lalu mereka yang sudah sah pernikahannya secara agama, tetapi belum sah menurut negara. “Itsbat nikah ini hanya untuk pernikahan yang pertama,” papar Munir.

Pelaksanaan sidang isbat, sambung Munir akan dilakukan empat kali. Waktunya Maret, Juli, September, dan Desember 2018. Tiap kali digelar isbat nikah ditargetkan 30 pasturi. “Kami harap  kesempatan ini agar dapat disahkan secara negara. Selain itu, anaknya nanti dapat memiliki akta kelahiran,” katanya.

Adanya program tersebut, Pelaksanaan Tugas (Plt) Camat Cinere, Hasanuddin mengaku, siap mendukung Disdukcapil dalam menargetkan pasutri. Tahun lalu saja, Kecamatan Cinere juga ikut pelaksaan program tersebut. “Jika nanti Cinere mendapatkan lagi, kami akan mencari dan mendata siapa saja yang ingin ikut isbat nikah,” singkatnya.(irw)