Dok: ZieIgarashi FOR RADAR DEPOK Guru MTs Al-Husna, Kota Depok
Dok: ZieIgarashi FOR RADAR DEPOK
Guru MTs Al-Husna, Kota Depok

Maraknya pemberitaan tentang peristiwa murid yang menganiaya gurunya hingga tewas hanya karena ditegur sang guru saat jam pelajaran dan ada seorang murid SMP yang menantang gurunya berkelahi karena ditegur membawa kendaraan bermotor saat ke sekolah membuat suram wajah pendidikan kita saat ini.

Betapa merosotnya moral generasi yang dikenal dengan istilah “Anak zaman now” hingga tak lagi menghargai gurunya. Jangankan berjuang mencari ilmu yang bermanfaat, menghormati sosok yang akan menghibahkan ilmunya saja tidak mau.

Jika seorang guru dianggap patut dipenjara hanya karena menjewer muridnya yang kelewat nakal, lantas hukuman apa yang pantas bagi murid yang menghabisi nyawa gurunya sendiri? Adakah pembelaan yang layak bagi pahlawan tanpa tanda jasa ini? Lantas dimanakah keadilan bermuara kini?

Guru dan murid seharusnya seperti hubungan orangtua dan anak. Saling menyayangi dan menjaga. Jika guru menegur dengan wajar, berarti sayang dan tak mau muridnya terus menerus melakukan kesalahan yang sama. Kenapa harus dendam jika teguran itu untuk kebaikan?

Apakah “Zaman now” sudah tidak berlaku lagi tata krama dan norma yang selama ini dikenal sebagai kepribadian Bangsa? Lantas apa yang akan terjadi jika pelajaran agama yang sempat ramai dibicarakan hendak dihapus dari kurikulum Diknas?

Cukup sudah peristiwa kelam dunia pendidikan Indonesia kemarin menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga pemerintah dan semua pihak bisa saling bekerjasama demi perbaikan wajah pendidikan di negeri ini, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tak pernah melupakan jasa para pahlawannya termasuk para guru yang mendedikasikan dirinya demi perbaikan akhlak generasi penerus bangsa. (*)