AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK CILIWUNG DEPOK SIAGA 1: Petugas Tagana dan petugas Dinas SDA Aliran Tengah melihat ketinggian air sungai ciliwung di pos pemantauan Jembatan Panus, Pancoranmas, Senin (5/2).
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
CILIWUNG DEPOK SIAGA 1: Petugas Tagana dan petugas Dinas SDA Aliran Tengah melihat ketinggian air sungai ciliwung di pos pemantauan Jembatan Panus, Pancoranmas, Senin (5/2).

DEPOK – Empat kecamatan : Tapos, Cimanggis, Sukmajaya dan Cilodong tidak dapat dialiri air PDAM Tirta Asasta Depok, kemarin. Kuat dugaan, tidak dialirinya air bersih selama hampir berjam-jam akibat banjir bandang di Sungai Ciliwung kiriman dari Kabupaten Bogor.

Salah satu pengguna PDAM Tirta Asasta, Rafli Pilly mengaku, sejak pukul 12:00 WIB, air PDAm sudah tidak menyala. Sampai tadi pukul 20:00 WIB belum juga teraliri air bersih. Hingga kini belum diketahui apa sebab dan akibat air tidak mengalir. Adanya kejadian tersebut, akhirnya sekeluarga membeli air matang untuk kebutuhan mandi dan minum.

Menurut Rafli, jika memang tidak mengalirkan air, pihak PDAM bisa menyosialisasikan hal tersebut. Sehingga, pengguna yang terdampak bisa mengatisipasi dengan menyiapkan air bersih tanpa membeli air mineral yang matang. “Sampai kapan air akan mati seperti ini,” tegas warga Sukamajaya itu.

Terpisah, pelanggan lainnya, Shendya E mengungkapkan, apakah tidak ada antispasi PDAM jika menghadapi musim hujan seperti saat ini. Kalau seperti ini pelangga sedikit dirugikan. “Semestinya ada antisipasi biar pelanggan bisa tidak menuggu air mengalir. Dan mesti ada informasi sebelum kejadian,” singkat warga Cilodong ini.

Saat dikonfirmasi, Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok Sudirman belum menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Radar Depok melalui whatsapp. Hanya saja, dalam keterangan resminya, PDAM Tirta Asasta meminta maaf kepada seluruh pelanggan. Khususnya di Kecamatan Cilodong, Tapos, Cimanggis dan Sukmajaya. Tidak mengalirnya air PDAM akibat dampak banjir bandang Sungai Ciliwung. Saat ini produksi di IPA Legong terhenti total menyebabkan distribusi air kepelanggan terhenti.(hmi)