RAMA SAKTI/RADAR DEPOK SEPERTI TPA: Anggota DPRD Depok, Kabid Kebersihan, Ketua LPM, Ketua RW dan Ketua RT03/07 Kelurahan Cisalak, meninjau lokasi tumpukan sampah yang telah menggunung, Selasa (6/2).
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
SEPERTI TPA: Anggota DPRD Depok, Kabid Kebersihan, Ketua LPM, Ketua RW dan Ketua RT03/07 Kelurahan Cisalak, meninjau lokasi tumpukan sampah yang telah menggunung, Selasa (6/2).

DEPOK– Menindaklanjuti aduan warga, anggota DPRD Kota Depok, Azhari melakukan inspeksi ke lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) liar di RT03/07, Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, Selasa (5/2).

Azhari didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Kusumo, Ketua LPM Kelurahan Cisalak, Endang Supena, Ketua RW07, Yusuf Sihite, Ketua RW05, Lili Alfian, dan pengurus RW.

“Tolong dibersihkan ini Pak Kusumo. Warga sudah sangat terganggu dengan aroma yang ditimbulkan,” pinta Azhari kepada Kabid Kebersihan, Kusumo di lokasi.

Melihat tumpukan sampah berbagai jenis yang mencapai setinggi satu meter, Azhari cukup kaget. Dia mengira sampah hanya berserakan, tidak sampai menggunung.

“Ini kayak TPA Cipayung. Semalam pas saya reses di sini (Kelurahan Cisalak, red) Pak RW Sihite bilang kalau sampah sangat mengganggu. Makanya saya langsung telepon Pak Kusumo,” kata anggota Komisi C DPRD Depok ini.

Setelah dibersihkan, Azhari meminta kepada pengurus lingkungan supaya menjaga lokasi agar tidak kembali dipenuhi sampah. Karena berkaitan dengan penilaian Adipura.

“Lahan ini milik RRI, tapi warga Cisalak harus punya kepedulian. Depok sudah mendapat Adipura. Meraihnya itu gampang, tapi mempertahankan yang sulit. Jadi kalau nanti ini sudah bersih jangan lagi ada sampah kayak gini,” kata politikus Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Kabid Kebersihan DLHK, Kusumo menyatakan, sebenarnya sampah di lokasi tersebut pernah diantisipasi dan dibersihkan dua tahun silam. Entah kenapa, kata Kusumo, sampah yang ada saat ini jumlahnya semakin banyak.

“Ya sekarang jangan mencari siapa yang salah, siapa pelakunya. Besok (hari ini, red) akan kita bersihkan. Kita angkut dari hilir. Tapi sampah yang bawah ini sudah bekas dibakar, nggak bisa diangkut ke TPA karena di sana ada gas metal, bisa meledak nanti TPA,” kata Kusumo.

DLHK akan mengerahkan petugas dan alat berat untuk mengeruk sampah-sampah tersebut. Sebab jika dengan manual pembersihan tidak akan maksimal. “Saya sarankan nih, nanti setelah atasnya bersih, diratakan, bisa ditanami pohon. Misalnya pohon singkong, biar produktif dan nggak lagi jadi TPS,” kata Kusumo.

Tumpukan sampah tersebut rupanya bukan hanya milik warga Kelurahan Cisalak. Tapi banyak berasal dari Pasar Cisalak maupun Pasar Musi.

“Saya yakin kalau ini sampah warga RW06, 07 dan RW08, nggak bakal seperti ini. Gerobak sampah dari Pasar Cisalak dan Musi masuk sini juga. Dibuangnya biasanya tengah malam,” kata Ketua RW07, Yusuf Sihite di lokasi yang sama.

Sihite tetap ingin lokasi tersebut menjadi TPS, tidak ditutup. Dengan syarat pengelolaannya dilakukan dengan baik, terkoordinir hanya untuk warga Cisalak.

“Kalau TPS ini ditutup, RW03 sampai 08 akan bingung mau buang sampah kemana. Kalau bisa, di sini disiapkan truk sampah, supaya nggak berceceran kayak gini. Petugas sampah nanti kita data ada berapa banyak. Nggak ada lagi sampah dari luar Cisalak dibuang ke sini,” kata Sihite.

Ketua LPM Cisalak, Endang Supena menyatakan, sebenarnya keluhan warga soal keberadaan TPS liar sudah lama. Tetapi sebelumnya tidak sebanyak yang ada saat ini.

“Jadi ini lahan sebagian punya RRI, sisanya garapan seorang warga. Karena nggak berfungsi jadi TPS. Sebelum ini (sampah) nggak numpuk. Saya baru tahu setelah ada laporan dari pak RW,” kata Endang. (ram)