SANI/RADAR DEPOK TEKNOLOGI: Siswa kelas X-2 SMA Pro An-Nizhomiyah belajar skill pro office di ruang kelas, Kamis (8/2).
SANI/RADAR DEPOK
TEKNOLOGI: Siswa kelas X-2 SMA Pro An-Nizhomiyah belajar skill pro office di ruang kelas, Kamis (8/2).

DEPOK – Di zaman globalisasi saat ini, banyak sekolah berlomba mencetak siswa untuk memiliki keterampilan. Seperti di bidang teknologi.

SMA Pro An-Nizhomiyah yang berlokasi di Jalan Madrasah, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, memiliki program skill pro dalam membentuk siswanya yang terampil dan mengembangkan karir profesional.

Kepala SMA Pro An-Nizhomiyah, Kosasih mengatakan, sekolahnya menggunakan kurikulum berbasis IT dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Tujuannya agar siswa terbiasa dengan teknologi yang semakin canggih.

“Siswa harus mengerti teknologi di zaman sekarang ini. Itu adalah sebuah tuntutan. Kalau tidak dibiasakan dari sekarang mereka bisa gagap teknologi (gaptek),” kata Kosasih kepada Radar Depok, Kamis (8/2).

Program skill pro pelaksanaannya di sela KBM. Masing-masing kelas mendapat pelajaran tersebut selama dua jam dan hanya satu kali dalam seminggu. Siswa diwajibkan membawa laptop.

Kosasih menjelaskan, ada tiga pelajaran dalam program skill pro, yakni skill pro programming, skill pro office, dan skill pro desain grafis. Namun untuk skill pro programming, tidak semua siswa dapat ikut pelajaran tersebut.

“Hanya siswa terpilih yang dapat ikut pelajaran tersebut, mereka yang dapat ranking 1-10, belajarnya juga beda pukul 06.30,” jelas Kosasih.

Di lokasi yang sama, salah satu guru skill pro office, Dedi Supriyadi mengatakan, skill pro office ditujukan hanya untuk siswa kelas X. Mereka belajar seluruh elemen yang ada di microsoft office.

“Tujuannya untuk bekal mereka agar lebih mantap di perguruan tinggi dan siap dalam bekerja,” kata Dedi.

Sedangkan skill pro desain grafis ditujukkan bagi siswa kelas XI dan XII, dan ada dua macam tingkatan di dalamnya.

“Kelas XI masih tahap dasar, belajarnya masih di photoshop. Kalau kelas XII sudah tingkat lanjutan menggunakan correl draw,” katanya.

Ia menambahkan, tujuan akhir dari seluruh siswa yang belajar skill pro akan mendapat sertifikat berbasis internasional.

“Kalau mau lulus harus punya sertifikat. Kalau tidak punya harus diselesaikan dulu, karena itu salah satu syarat kelulusan dari sekolah ini,” tutup Dedi. (cr3)