IRWAN/RADAR DEPOK EKSIS: Pengurus Komando Bang Japar wilayah Depok siap Eksis di kota ini dengan bentuk sosial.
IRWAN/RADAR DEPOK
EKSIS: Pengurus Komando Bang Japar wilayah Depok siap Eksis di kota ini dengan bentuk sosial.

Bermula dari Pilgub DKI Jakarta 2017. Bang Jawara dan Pengacara (Japar) terbentuk untuk rasa aman. Sebab kala itu, pemilu di Jakarta luar biasa hebohnya. Selesai di Jakarta, nyatanya kini di Depok punya Bang Japar Komando Wilayah Depok.

Laporan: MUHAMMAD IRWAN SUPRIYADI 

Tiap pembentukan suatu organisasi tentu ada sejarah atau cerita dibaliknya. Kenapa organisasi itu dibentuk. Seperti halnya, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bang Japar.

Awal mulanya terbentuk di Jakarta saat perhelatan Pilgub DKI Jakarta, tapi ini Ormas Bang Japar Komando Depok sudah terbentuk dan eksitensi di masyarakat lebih kepada sosial.

“Nama Bang Japar ini akronim dari Kebangkitan Jawara dan Pengacara,” kata Sekretaris Bang Japar Komando Depok, Ferry  Herdianto, saat ditemui di salah satu rumah makan di Jalan Margonda Depok.

Keunikan nama dan dibentuk pas momen Pilgub Jakarta yang luar biasa banyak kejadian dan isu menarik dan beberapa kerusuhan terjadi. Salah satunya aksi 212, dan banyak aksi lainya. Membuat ormas ini dibentuk.

Jadi kata Ferry, Bang Japar ini merupakan gerakan kepedulian terhadap pilkada DKI Jakarta sewaktu memilih pasangan gubernur dan wakil gubernur pada tahun 2017.

Apa lagi, kata dia, melihat fenomena pada putaran pertama pilkada DKI Jakarta yang banyak terjadi tindak kecurangan, intimidasi, dan pengancaman di TPS-TPS oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Sebut dia, seperti Iwan Bopeng, maka Hj Fahira Idris selaku Senator DPD RI mendirikan Bang Japar. Kini  menjabat menjadi Ketua Umum Bang Japar. “Ormas ini menginisiasi sebuah gerakan kolaborasi antara jawara dan pengacara untuk menjaga keamanan dan kondusifitas pemilihan di bilik suara pada pilkada DKI Jakarta putaran kedua, kala itu,” beber dia menjelaskan.

Disebutkan Ferry, tanggal 25 Februari 2016, dikediaman Hj Fahira Idris Bang Japar diresmikan dan turut dihadiri oleh Anies Baswedan  dan Sandiaga Salahuddin Uno yang saat itu sebagai calon gubernur dan wakil gubernur.

“Awalnya masih gerakan Bang Japar, karena anggotanya  berperan aktif  menjaga 13 ribu TPS dari intimidasi, kecurangan, menghalau mobilisasi massa, dan banyak mencegah serangan fajar,” katanya.

Karena  banyak aspirasi dari anggota dan relawan Bang Japar, maka sambung dia, gerakan ini dilegalkan dan berbadan hukum ormas. “Sampai pada akhirnya di kukuhkan menjadi Ormas,” tuturnya. (*)