DEPOK – Terbengkalainya Stasiun Pondok Rajeg dinilai masyarakat sangat merugikan. Pasalnya, banyak masyarakat sekitar yang mengeluh karena harus mencari stasiun lain untuk bepergian.

Vice President Corporate Communication PT KCJ, Eva Chairunisa mengatakan, persoalan stasiun merupakan ranah dari PT. KAI dalam hal ini diwakili oleh Daops 1 PT. KAI.

“Kami hanya seputar perjalanan commuter line, terkait sarpras stasiun itu ranahnya PT. KAI,” kata Eva saat di konfirmasi Radar Depok.

Kepala Humas KAI Daerah Operasi 1 (Daops 1), Edy Kuswono saat dihubungi Radar Depok belum merespons terkait mangkraknya stasiun pondok rajeg dan rencana kedepan stasiun yang berbatasan dengan Kelurahan Pondokrajeg, Kabupaten Bogor tersebut.

Sementara itu, anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Qurtifa Wijaya mengatakan, meski stasiun tersebut masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bogor, namun posisinya berbatasan dengan Kelurahan Jatimulya, Cilodong.

“Kalau bisa diperjelas statusnya, dibuka kembali, dan diperbaharui standar stasiun yang sudah ada atau sebaliknya,” kata Qurtifa.

Pasalnya, kata politikus Fraksi PKS ini, Stasiun Pondok Rajeg akan menjadi sarang maksiat mengingat tempat yang minim penerangan alias gelap, juga sepi dan mengundang orang menjadikannya tempat berbuat maksiat.

“Kalau dibuka kembali, sebagai warga Depok akan sangat terbantu, khususnya bagi warga sekitar wilayah Kecamatan Cilodong. Karena jadi lebih dekat untuk akses ke stasiun kereta api,” katanya. (ade)