DICKY/RADARDEPOK LANGGANAN: Saluran drainase di Jalan Raya Pengasinan, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, yang tidak berfungsi dan kerap tergenang, kemarin.
DICKY/RADARDEPOK
LANGGANAN: Saluran drainase di Jalan Raya Pengasinan, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, yang tidak berfungsi dan kerap tergenang, kemarin.

DEPOK – Hampir setiap hujan turun, Jalan Raya Pengasinan akan terjadi genangan tepatnya di RW07, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan. Hal itu disebabkan, tidak berfungsinya saluran air, sehingga meluap kebadan jalan.

Salah seorang warga RW07, Imron Rosadi mengatakan, sudah menjadi pemandangan lumrah apabila terjadi hujan akan terlihat genangan air dibadan Jalan Raya Pengasinan perbatasan RW06 dan RW07. Hal itu disebabkan tidak berfungsinya saluran air di jalan tersebut.

“Beres hujan pasti akan ada genangan dibadan jalan sepanjang 50 meter,” ujar Imron kepada Radar Depok, kemarin.

Imron menjelasan, genangan air disebabkan tidak berfungsinya saluran yang disebabkan sedimen lumpur dan bangunan jalan pertokoan. Dia mengingat, dahulunya dijalan tersebut terdapat gorong-gorong yang cukup besar namun kini sudah tidak berfungsi.

Tidak hanya itu, sambung Imron akibat tidak berfungsinya saluran di Jalan Raya Pengasinan, berdampak terhadap saluran air di pintu masuk jalan lingkungan menuju Masjid Al Basfar yang juga ikut menggenang, karena tidak ada buangan lanjutan.

“Kami ingin Pemkot Depok dapat segera membuat saluran air di Jalan Raya Pengasinan,” pinta Imron.

Sementara itu, Kasi Pembangunan Kelurahan Pengasinan, Khairul Adyan mengungkapkan, tergenangnya Jalan Raya Pengasinan di RW07, diakibatkan tidak berfungsinya saluran tersebut. Kelurahan Pengasinan telah mengajukan perbaikan dan penataan saluran air di Jalan Raya Pengasinan.

“Kami sudah mengajukan melalui usulan Musrenbang 2019,” terang Adyan.

Adyan menilai, tidak berfungsinya saluran air dikarenakan sedimen lumpur dan tanah. Saluran air di Jalan Raya Pengasinan RW06 dan RW07 terkendala akan buangan air. Menurutnya, untuk buangan air di jalan tersebut bermuara ke Kali Putih, Kali Caringin dan saluran buang Situ Pengasinan, dan untuk mencapai kesana harus melintasi pekarangan dan permukiman warga.

“Kami sudah ajukan dan semoga dapat terealisasi pada 2019,” tutup Adyan. (dic)