IST FOR RADARDEPOK BAKAR: Warga yang mengatasnamakan Jamaah Travel PT Doa Arafah Madinah saat melakukan aksi bakar ban di depan kantor PT Doa Arafah Madinah, kemarin.
IST FOR RADARDEPOK
BAKAR: Warga yang mengatasnamakan Jamaah Travel PT Doa Arafah Madinah saat melakukan aksi bakar ban di depan kantor PT Doa Arafah Madinah, kemarin.

DEPOK – Kecewa tidak kunjung mendapat uang kembali dari PT Doa Arafah Madinah. Pihak jamaah yang kecewa karena gagal berangkat umrah, mendatangi lokasi kantor, di Jalan Tole Iskandar, Kelurahan Sukamaju, Cilodong, kemarin pagi.

Puluhan orang yang mengatasnamakan jamaah travel umrah, melakukan aksi bakar ban dan membentangkan spanduk protes yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Doa Arafah Madinah, Hambali Abbas. Intinya, jamaah merasa dikecewakan lantaran tak jua berangkat ke tanah suci.

Sayangnya dalam aksi tersebut, PT Doa Arafah Madinah malah menutup dan mencopot spanduk yang sebelumnya terbentang di depan kantor. Menurut Kasno, pihak yang mengaku mendapat surat kuasa dari jamaah travel umrah, poin utama dari aksi tersebut ialah meminta uang yang sebelumnya telah disetor jamaah.

Menurutnya, jamaah sudah tidak percaya dengan PT Doa Arafah Amanah, karena sejak tahun 2015 tidak kunjung diberangkatkan beribadah umrah.

“Jamaah meminta agar mengembalikan uang yang sudah disetorkan ke pihak travel,” kata Kasno.

Dia juga mengancam akan melaporkan Hambali Abbas ke polisi atas sangkaan penipuan. “Kami akan laporkan kasus ini ke polisi, karena selama ini Hambali Abbas selaku Dirut tidak bisa ditemui dan mempertanggungjawabkan keinginan jamaah,” ujar Kasno.

Sementara itu, saat kantornya didatangi, Hambali Abbas diketahui tak berada di lokasi. Informasinya dia berada di Jakarta. Dia mengatakan sedang melakukan pertemuan dengan beberapa jamaah yang masih menginginkan untuk berangkat umrah.

“Saya tidak buka karena sedang melakukan pertemuan dengan sejumlah jamaah di Jakarta,” ujar Hambali.

Dia mengatakan bila perusahaannya sedang mengalami kerugian, tapi siap mencari solusi untuk mengganti atau memberangkatkan jamaah. “Kita memang sedang bangkrut, jadi kita masih mencari solusi,” ujar Hambali saat dihubungi Radar Depok.

Hambali mengaku masih akan menutup kantornya yang berada di Jalan Tole Iskandar seminggu kedepan. Karena pihaknya khawatir akan terjadi demo susulan yang ada di kantornya. “Rencananya kita akan tutup seminggu kedepan, karena kami khawatir akan ada ancaman demo susulan,” papar Hambali Abbas.

Sementara sebelumnya, salah satu jamaah Travel Umroh PT Doa Arafah Madinah, Khusnul mengaku kecewa dengan PT Do’a Arafah Madinah yang seolah mempermainkannya. Padahal dirinya mengaku telah mendaftarkan diri untuk berangkat Umroh Desember 2015 dengan biaya sebesar Rp 22.500.000.

“Saya akan berangkat dengan anak, dan ditambah biaya administrasi hingga saya harus membayar Rp47 juta. Saya masih menyimpan kwitansinya,” tegas Khusnul.

Namun dengan alasan lain, ia diminta dari pihak travel untuk menunda keberangkatan pada Januari 2017. “Saya sudah siap Januari 2017. Tapi malah diundur lagi di Maret 2017,” papar Khusnul.

Dari jadwal tersebut (Maret 2017), pihak travel kembali mengundur perjalanan hingga Februari 2018. “Saya sudah siap untuk berangkat bulan ini (Februari), namun saya malah dapat kabar untuk menunda lagi sampai bulan Maret,” papar Khusnul.

Merasa ditunda-tunda hingga enam kali, Khusnul pun tak lagi percaya dengan PT Do’a Arafah Madinah. Sebab itu, ia meminta agar uang yang telah disetor, untuk dikembalikan saja.

Lebih lanjut, dari sepengetahuannya, ada 325 jamaah lain yang juga tak berangkat-berangkat. “Kini saya hanya meminta uang saya dikembalikan,” ujar Khusnul. (cr2)