SANI/RADAR DEPOK PEMBELAJARAN: Anggota KKG PJOK Kecamatan Beji berfoto bersama usai mengikuti workshop tentang Pembelajaran Kids Atletik, Sabtu (3/2).
SANI/RADAR DEPOK
PEMBELAJARAN: Anggota KKG PJOK Kecamatan Beji berfoto bersama usai mengikuti workshop tentang Pembelajaran Kids Atletik, Sabtu (3/2).

DEPOK – Kelompok Kerja Guru Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan (KKG PJOK) Kecamatan Beji, mengadakan workshop tentang Pembelajaran Kids Atletik. Kegiatan yang diadakan di SDN Beji Timur 3, diikuti guru penjaskes dari SD negeri dan swasta di Kecamatan Beji dengan total 36 sekolah.

Ketua KKG PJOK Kecamatan Beji, Firdaus mengatakan, dalam workshop dimaksudkan untuk menambah wawasan tentang kids atletik. Sehingga, guru bisa meningkatkan kreativitas, inovasi guru dalam memberikan materi atletik untuk siswa di jenjang pendidikan SD.

“Pembicaranya adalah juri atletik dan juga Anggota Binpres PASI Kota Depok, Jacub, dan satunya lagi guru SDN Mekarjaya 30, Martin Maylla,” ucapnya.

Firdaus menjelaskan, pihaknya ingin guru melakukan inovasi dalam memberikan materi atletik untuk SD dalam kegiatan belajar mengajar. Workshop ini juga berkaitan dengan persiapan dalam rangka gelaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Beji.

“Guru penjaskes harus dapat menambah ilmu lagi tentang pembelajaran kids atletik dan sistem penilaian atau penjuriannya,” terangnya.

Firdaus menuturkan, pemberian materi untuk kids atletik ada cara yang berbeda, yakni harus mengandung unsur kesenangan, kegembiraan, dan tidak membosankan. Ada beberapa materi kids atletik, yakni kanga’s escape (sprint), frog jump (loncat katak), kids Javelin throwing (lempar turbo), dan formula one (lari, rintangan, slalom).

“Workshop juga dihadiri Ketua K3S Kecamatan Beji dan beberapa kepala sekolah. Jadi, harus ada sinergi antara guru penjaskes dengan kepala sekolahnya, agar bisa menghasilkan siswa yang berbakat dan berbuah prestasi,” katanya. (cr3)