RICKY/RADAR DEPOK KOBARKAN SEMANGAT: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mendampingi Cagub Jabar, TB Hasanuddin, saat Apel Siaga di kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Boulevard Raya, Ruko Arcade GDC Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya.
RICKY/RADAR DEPOK
KOBARKAN SEMANGAT: Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mendampingi Cagub Jabar, TB Hasanuddin, saat Apel Siaga di kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Boulevard Raya, Ruko Arcade GDC Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya.

DEPOK – Ketua DPC PDI Perjuangan, Hendrik Tangke Allo mengatakan untuk memenangkan pasangan TB Hasanuddin dan Anton Charliyan (Hasanah), pengurus struktural hingga kader melakukannya dengan gotong-royong, seperti pembuatan banner dan posko pemenangan.

“Posko di Kota Depok sudah bermunculan, paling luar biasa, di pengurus struktural partai dari DPC sampai anak ranting hampir 6 ribu, itu sudah dijadikan posko di wilayahnya masing-masing. Kami gorongroyong membangun dan membuat banner,” kata pria yang akrab disapa HTA ini kepada Radar Depok.

Jumlah tersebut, kata HTA, yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok ini memang masih dalam tahap perampungan di beberapa bagian dan posko. Namun, ia menegaskan kembali, apa yang dilakukan tersebut murni kesukarelaan rekan-rekan pengurus dan kader dengan gotong-royong.

“Rumah-rumah pengurus sampai anak ranting di tingkat RT/RW menjadi posko pemenangan, termasuk rumah saya,” tegasnya.

Ia melanjutkan, posko relawan diarahkan untuk melayani masyarakat dan membantu kegiatan yang ada di lingkungan dan bersifat sosial, seperti menjadi dapur umum dan menampung aspirasi yang nanti akan disampaikan ke pasangan Hasanah.

“Seperti dapur umum, silahkan buat di sana, kegiatan masyarakat di dekat posko silahkan datang dan berikan bantuan, sekaligus menjadi tempat untuk menampung aspirasi masyarakat, sehingga bisa dikoordinasikan dengan pasangan Hasanah ini apa yang menjadi keinginan warga Depok ketika dipercaya memimpin Jabar,” paparnya.

Ternyata, sambung HTA, setelah dibangun Posko Relawan dan dijadikan wadah untuk menyalurkan aspirasi, banyak aduan yang muncul, seperti masalah lapangan pekerjaan, yang menjadi persoalan di Kota Depok.

“Karena Gini rasio antara si miskin dan si kaya semakin besar, indikator itu ternyata menunjukan tingkat pengangguran di Depok bertambah. Ini salah satu keluhan di masyarakat. Juga persoalan kesehatan, pelayanan yang belum maksimal juga dikeluhkan, pendidikan dan masih ada lagi,” tandas HTA. (cky)