AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK BERHARAP PULANG : Junaidi dan Rosida sedang memegang foto anaknya Rizka Zuanda, yang sudah beberapa hari meninggalkan rumah di wilayah RT3/3 Kelurahan/Kecamatan Cipayung, kemarin.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
BERHARAP PULANG : Junaidi dan Rosida sedang memegang foto anaknya Rizka Zuanda, yang sudah beberapa hari meninggalkan rumah di wilayah RT3/3 Kelurahan/Kecamatan Cipayung, kemarin.

DEPOK – Air mata Rosidah terus menetes ketika ingat anak gadisnya tidak pulang sejak Rabu (7/2) lalu. Matanya semakin sembab, karena tidak pernah tidur nyenyak selama empat hari ini. “Neng Pulang, Umi Nggak Marah,” tangis Rosida pecah ketika ketika mengenang anaknya yang pergi tanpa pamit. Junaidi pun tidak bisa menyembunyikan kesedihannya, ketika istrinya menangis.

Rizka Zuanda merupakan anak yang pendiam, hampir lima bulan, Rizka berada di rumah orang tuanya, setelah menjalani studi di Pondok Pesantren Qotrun Nada, Cipayung Jaya.

“Sudah lima bulan ini anak saya berada dirumah, karena sakit. Saya telah meminta izin kepada pimpinan pesantren agar memperbolehkan anak saya untuk istirahat,” kata Rosida dirumahnya RT3/3 Kelurahan/Kecamatan Cipayung, kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Hari-hari, Rizka Zuanda dikenal (16) sebagai anak yang pendiam, terlebih setelah pulang dari Pondok Pesantren Qotrun Nada, di Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung.

Rizka termasuk anak yang tidak mudah berkomunikasi dengan keluarga, jarang sekali Rizka ngobrol dengan ibu dan bapaknya, terlebih masalah pribadi. “Diamah anaknya pendiam, jarang banget ngobrol sama orang tua,” kata ibu empat anak itu.

Rosida juga mengatakan, kalau Rizka termasuk anak yang paling dimanja kedua orang tuanya. “Dia mau minta apa juga saya turuti,” ujar Rosida.

Sebelum kepergian Rizka, sempat ingin membersihkan rumah, karena memang terlihat agak kotor. Tiba-tiba dia menawarkan jasa untuk merapihkan rumah. “Dia sempat bilang, mau ngepel sama beres-beres rumah, tapi dia minta saya, sama uminya keluar rumah sampai sore,” timpal Junaidi, ayah Rizka.

Rabu, (7/2) pagi, Junaidi dan keluarga sempat menuruti kemauan Rizka, dan pergi meninggalkan rumah karena akan dirapihkan oleh Rizka. “Tiba-tiba diperjalanan kami mulai curiga, ada yang tidak beres dengan permintaan Rizka. Sehingga kami memutuskan untuk pulang,” kata Junaidi.

Namun, ketika siang hari kami sudah pulang, Rizka nampak emosi, dan meluapkan amarahnya kepada kedua orang tuanya. Hingga sore, sekitar pukul 14.30 WIB setelah mencuci baju, Rizka pergi keluar.

“Dia cuma mau bilang pengen main, dan memang kebiasaanya seperti itu jajan diwarung buat nonton tv dirumah, tapi kali sejak itu Rizka tidak pulang-pulang,” kata Junaidi.

Junaidi mengaku, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pancoranmas, namun hingga kini belum ada perkembangan. Dia sangat berharap kepulangan putri ketiganya itu. “Saya mau Rizka pulang, saya janji tidak akan memarahinya, asalkan dia mau pulang, kasian uminya selalu nangis kalau ingat dia,” pungkas Junaidi.(cr2)