Penjual Suplemen Ber-DNA Babi Diwarning

In Utama
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENGANDUNG DNA BABI: Warga sedang menunjukkan obat Viostin DS yang dikabarkan mengandung kontaminan DNA Babi yang ternyata masih ditemukan beredar di apotek di Kota Depok, kemarin.

DEPOK – Merespon surat edaran Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, terkait obat suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet yang mengandung deoxyribose-nucleic acid (DNA) babi, Pemkot Depok segera mengeluarkan edaran.

Edaran itu, berupa larangan menjual suplemen tersebut dan akan disebar ke seluruh apotek, minimarket, hingga toko obat yang ada di Kota Depok.

“Sesuai surat edaran, kami harap toko obat, apotek, dan lainnya agar tidak menjual produk tersebut kepada warga muslim dan mengonsumsinya,” ucap Kepala Dinkes, Lies Karmawati kepada Radar Depok.

BOPM RI telah memberikan informasi dan intruksi kepada Balai POM di seluruh Indonesia terus memantau dan melakukan penarikan produk yang tidak memenuhi ketentuan, termasuk yang terdeteksi positif mengandung DNA babi.

Lalu kata Lies obat tersebut tidak mencantumkan peringatan mengandung babi. Berdasarkan surat edaran BPOM RI yang sudah viral dan disebarkan yakni Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

“Segera mungkin kami menginformasikan kepada masyarakat agar tidak mengonsumsi produk tersebut,” tegas Lies.

Senada, Sekdis Dinkes Kota Depok, Ernawati mengaku, pihaknya akan buat surat edaran untuk menyampaikan bahwa obat tersebut mengandung DNA babi. Menurutnya, terkait penarikan yang berhak itu adalah produsen. Dinkes hanya mengimbau agar warga muslim tidak mengonsumsi obat atau suplemen tersebut.

“Surat dari Badan POM agar produsen langsung menarik produk dengan no batch tersebut,” ucap dia.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Igun Sumarno menegaskan, Pemkot Depok harus segera bergerak memberikan surat edaran kepada penjual obat. Agar warga muslim tidak membeli dan mengonsumsi suplemen yang dimaksud.

“Ini kan sudah dipastikan oleh BPOM RI jadi tidak sembarangan mereka mengeluarkan bahwa obat itu mengandung DNA babi. Kami wakil rakyat minta segera mungkin disebar surat edaran, kalau perlu ke warung di perbatasan,” tutur Igun.

Diketahui obat suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet masih beredar di toko obat, apotik, dan warung di Kota Depok. Hal ini berdasarkan pantauan awak media Radar Depok, Kamis (1/2) siang. “Harga Viostin DS hanya Rp33.350 perstip dan Enzyplex dibandrol Rp5.000 perstrip. Masih banyak barangnya kalau Enzplex,” kata salah petugas Apotek di kawasan Grand Depok City.

Meski begitu, pihaknya belum mengetahui bahwa Viostin DS dan Enzplex mengandung DNA Babi. “Belum ada surat edaran dari Dinkes,“ ucapnya.

Sementara itu, polemik suplemen Viostin DS dan Enzyplex yang mengandung Deoxyribonucleic acid (DNA) babi menjadi sorotan utama Ketua DPR Bambang Soesatyo dalam rapat pimpinan (rapim) DPR yang digelar, Kamis (1/2).

Politisi Golkar yang akrab disapa Bamsoet ini juga mengatakan, pembahasan di rapim itu terkait pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memelakukan hasil uji sampel suplemen Viostin DS dan Enzyplex tablet. Hasilnya, ada DNA babi pada dua suplemen buatan PT Pharos Indonesia dan PT Medifarma Laboratories itu.

“Hasil rapim kali ini, yaitu meminta Komisi IX DPR melakukan peninjauan langsung ke pabrik tersebut untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ujar Bamsoet di Gedung DPR, Senayan.

Selain itu, Bamsoet juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Legislator Golkar itu menegaskan, BPOM sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mengawasi obat dan makanan telah bertindak soal Viostin DS dan Enzyplex.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak resah atas beredarnya surat tersebut, mengingat BPOM RI telah meminta pabrik terkait menarik dan menghentikan produksi dan distribusi produk tersebut dari pasaran,” tegasnya. (irw/JPC)

 

You may also read!

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...
Robot ikut sosialisasi masker

Berkostum Robot, Polsek Cimanggis Hebohkan Sosialisasi Masker

UNIK : Anggota Polsek Cimanggis adakan sosialisasi masker dengan menggunakan kostum unik, di depan kantor

Read More...
banyak baliho calon walikota

Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Depok Mulai Hiasi Margonda

TERPAMPANG : Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota mulai menghiasi Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji,

Read More...

Mobile Sliding Menu