INDRA SIREGA / RADAR DEPOK MEMANAH : Anggtoa Komuntias Kampung Muslim rutin dilatih cara memanah
INDRA SIREGA / RADAR DEPOK
MEMANAH : Anggtoa Komuntias Kampung Muslim rutin dilatih cara memanah

Setelah di launching September 2017 lalu, Komunitas Kampung Muslim terus berkembang dan anggotanya sudah semakin banyak. Bahkan, tak hanya dari Kota Depok saja, anggota dari daerah lain di Jabodetabek juga ikut bergabung.

LAPORAN : INDRA ABERTNEGO SIREGAR

 

Sore itu cuaca sudah cukup mendung, langit tampaknya sudah bersiap untuk melepeaskan tetesan air hujan. Di dalam pendopo, para pengurus Komunitas Kampung Muslim sedang bersiap untuk melaksanakan ibadah Salat Ashar. Satu persatu para pengurus turun dari pendopo, begitu juga anggota komunitas yang sedang membuat panah dan beternak lele meninggalkan sejenak aktivitas mereka untuk mengambil air wudhu.

Mereka kompak secara berjamaah melaksanakan kewajiban sebagai pemeluk agama Islam. Setelah melakukan ibadah salat, mereka kembali melanjutkan aktivitas masing–masing. Sesudah kembali ke pendopo, Humas Komunitas Kampung Islam, Hendra mengatakan, dalam komunitas tersebut terdapat beberapa program kegiatan yang bebas dipilih untuk anggotanya, seperti Program pengajian, pendidikan ekonomi, olahraga serta budaya.

Adapun pendidikan pengajian, anggota akan diajak untuk mengaji siang dan malam di setiap harinya, dan pendidikan budaya ada pencak silat dan palang pintu. Pendidikan ekonomi seperti pendidikan cara budidaya ikan lele dan pemasaranya, pengrajin perlengkapan alat memanah, pembuatan sabun herbal dan industri kreatif di bidang konsumsi seperti pembuatan makanan opak.

“Para anggota bebas memilih untuk aktif di program yang mana saja, tetapi untuk pengajian semua anggota wajib untuk mengikutinya,” kata Hendra.

Adapun yang paling terkenal dari komunitas ini adalah olah raga panahan dan pengrajin alat memanahnya. Karena selain menyediakan tempat memanah, mereka juga menjual perlengkapan alat panah ke masyarakat. Tentunya, alat panah yang dijual di sana bukan panah yang asal jadi, karena mereka menerapkasan standar kualitas yang tinggi. Apalagi, mempunyai quality control dalam pembuatan panahnya.

“Harga panah disini bervariatif, mulai dari Rp500.000 hingga Rp1.500.000,” sambungnya.

Mereka memilih olahraga panahan dibanding olahraga lain, karena memanah merupakan sunah, sehingga akan mendapatkan pahala bagi yang melakukanya.

“Semua olah raga jika diniatkan untuk kesehatan akan menjadi pahala, tetapi kalau panahan dia secara otomatis akan mendatangkan pahala jika dilakukan sekalipun tidak diniatkan,” ungkapnya.

Selain daripada panahan, program ekonomi kreatif lain juga terus berkembang pesat di komunitas tersebut, seperti halnya produksi opak yang sudah dikirim ke luar wilayah Kota Depok dan ikan lele yang sudah banyak dipesan oleh warga – warga sekitar Komunitas.

“Untuk hasil kami bagi rata kepada semua anggota komunitas yang aktif di program masing – masing,” tutupnya.(bersambung)