DICKY/RADARDEPOK SERIUS: Salah satu trotoar di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kecamatan Bojongsari, yang akan dilakukan penataan DPUPR Kota Depok.
DICKY/RADARDEPOK
SERIUS: Salah satu trotoar di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kecamatan Bojongsari, yang akan dilakukan penataan DPUPR Kota Depok.

DEPOK– Pemkot Depok, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, akan melirik dan melakukaan penataan trotoar di Jalan Raya Ciputat-Parung, Kecamatan Bojongsari. Namun, sebelum melakukan pentaan, DPUPR akan melakukan pengkajian terlebih dahulu.

Kepala DPUPR Kota Depok, Manto Jorghi mengatakan, untuk meningkatkan kenyamanan dan pembenahan infrasturktur Kota Depok, DPUPR akan melakukan penataan trotoar di Jalan Raya Ciputat-Parung atau dikawasan Kecamatan Bojongsari. Menurutnya, di jalan penghubung antara Kabupaten Bogor dengan Tangerang Selatan, minim akan fasilitas trotoar.

“Kami terlebih dahulu melakukan kajian dan berkoordinasi dengan Dirjen Binamarga,” ujar Manto kepada Radar Depok, Jumat (2/2).

Manto mengungkapkan, Jalan Raya Ciputat-Parung termasuk katagori Jalan Nasional. Namun, karena jalan tersebut berada di wilayah Kecamatan Bojongsari, sehingga sudah menjadi tugas DPUPR Kota Depok untuk melakukan pemeliharaan.

Rencananya, sambung Manto setelah dilakukan pengkajian pengerjaan trotoar Jalan Raya Ciputat-Parung akan dikerjakan pada tahun depan. Hal itu sesuai instruksi Walikota Depok dalam melakukan penataan diwilayah Barat.

“Kami berusaha membuat program yang struktur sehingga menciptakan pembangunan yang merata,” terang Manto.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Bojongsari, Samsudin menyambut baik penataan trotoar di Jalan Raya Ciputat-Parung. Namun, dia meminta sebelum melakukan penataan, Pemkot Depok terlebih dahulu melakukan penertiban bangunan liar yang berdiri diatas trotoar jalan.

“Buat apa trotoar bagus kalau yang menggunakan pedagang kaki lima,” ucap Samsudin.

Samsudin menilai, keberadaan trotoar sangat berfungsi untuk membantu masyarakat berjalan kaki disekitar jalan tersebut. Terlebih, jumlah intensitas kendaraan yang melintas dijalan tersebut cukup banyak, sehingga membantu keselamatan pengguna jalan.

Namun, lanjut Samsudin penataan trotoar harus diiringi dengan penataan saluran drainase jalan. Dia mencatat ada sejumlah titik jalan yang saluran drainasenya tidak berfungsi secara normal, sehingga apabila hujan deras air didalam saluran meluap ke badan jalan.

“Jangan hanya trotoar saluran drainase juga harus dibenahi,” tutup Samsudin. (dic)