JUNIOR/RADAR DEPOK PENGHARGAAN: Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Wahyudi Hidayat memberi penghargaan kepada tujuh anggotanya yang turun membantu evakuasi korban tanah longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor, di Markas Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, kemarin sore.
JUNIOR/RADAR DEPOK
PENGHARGAAN: Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Wahyudi Hidayat memberi penghargaan kepada tujuh anggotanya yang turun membantu evakuasi korban tanah longsor di Cijeruk, Kabupaten Bogor, di Markas Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, kemarin sore.

DEPOK Tujuh anggota Direktorat Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri mendapat penghargaan, kemarin. Ini setelah aksi mereka yang turut membantu pencarian korban longsor di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, belum lama ini. Penghargaan juga diberikan kepada dua ekor anjing (K9), jenis Pointer dan Labrador.

Direktur Polisi Satwa Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Wahyudi Hidayat menuturkan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada anggotanya yang sudah menjalankan tugas dengan baik.

Mereka yang diganjar penghargaan, antara lain, Ipda Erasmus Hermi, Brigadir Robin Sirait (pawang), Brigadir I wayan Sukadana (pawang), Brigadir Samuel, Brigadir Oktavianus, Brigadir Fernando, dan Brigadir Andreas Oktovian.

“Untuk musibah tanah longsor di Cijeruk kami memang diminta bantuannya dalam mencari korban,” ungkap Wahyudi kepada Radar Depok.

Dikatakan Wahyudi, sebelumnya pencarian korban tanah longsor sukar dicari. Namun setelah melibatkan K9, terasa mudah. Hanya butuh sekitar 20 menit para korban langsung ditemukan. Seluruhnya dalam kondisi tak bernyawa. “Kami memang punya spesifikasi anjing untuk mencari manusia. Biasanya untuk membantu korban bencana alam,” jelasnya.

Tercatat, sambung dia, ada sebanyak lima jasad yang ditemukan dalam longsor Cijeruk. Selepas ini, pihaknya tak akan beristirahat terlampau lama. Sebab ditengah anomali cuaca saat ini, tentu jajaran Polisi Satwa sangat dibutuhkan dalam kondisi genting.

“Senin esok saya akan gelar apel untuk kesiapan. Wilayah sasaran, rata-rata yang curah hujannya tinggi. Hampir seluruh Indonesia. Jajaran di Polda juga telah siap sedia,” tambah dia.

Wahyudi melanjutkan, khusus di Jabodetabek dalam menghadapi curah hujan, pihaknya menyiagakan sebanyak 20 ekor anjing (K9). Tak hanya soal bencana alam. Misalkan ada suatu daerah rentan kasus kejahatan narkoba, maka K9 juga siap diturunkan. “Ada tiga jenis spesifikasi anjing. Ada yang untuk bencana alam, bahan peledak, dan narkoba. Setiap anjing berbeda-beda,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang penerima penghargaan, Ipda Erasmus Hermi menceritakan pengalamannya di Cijeruk. Kata Erasmus, dia mendapat perintah pencarian saat hari kedua pasca bencana.

Sampai disana, ia lebih dulu berkoordinasi dengan Polsek setempat untuk kemudian meminta izin sterilisasi lokasi. 20 menit awal, K9 langsung mencium dua titik bau. Saat digali, ditemukan jasad manusia.

“Selanjutnya, tujuh menit selepas istirahat siang, ditemukan lagi titik bau. Ketika digali dengan alat berat (beko) ditemukan jasad anak-anak. Setelah itu pencarian relatif lebih cepat,” tandasnya. (jun)