Beranda Metropolis 22 Maret Nasib SSA Ditentukan

22 Maret Nasib SSA Ditentukan

0
22 Maret Nasib SSA Ditentukan
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK KEMACETAN JALUR SSA : Sejumlah warga terjebak kemacetan saat melintas di Jalur SSA, Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas.
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
KEMACETAN JALUR SSA : Sejumlah warga terjebak kemacetan saat melintas di Jalur SSA, Jalan Dewi Sartika, Pancoranmas.

DEPOK – Nasib Sistem Satu Arah (SSA) di Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), akan ditentukan Kamis (22/3) mendatang. Hakim Ketua dalam sidang tersebut, Teguh Arifiano mengatakan, setelah sidang kesimpulan yang dilaksanakan kemarin, selanjutnya akan diambil putusan.

Kepada Harian Radar Depok, Teguh menegaskan, pihak tergugat dan penggugat telah menyimpulkan apa yang menjadi keyakinan mereka. “Mereka masih tetap pada pendirian mereka, nanti tinggal kami putuskan Kamis (22/3),” kata Teguh, kepada Radar Depok.

Sementara sebelumnya pihak tergugat Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Yusmanto menjelaskan, penggugat mempermasalahkan di pertemuan sejajar rel yang berada di Jalan ARH, dan U-turn yang berada di timur fly over ARH.

“Kami hanya memfasilitasi pengguna jalan, untuk yang ingin balik arah bisa langsung belok kanan setelah fly over,” terang Yusmanto.

Untuk menghindari kemacetan di sepanjang Jalan ARH, kata dia sudah memberi sejumlah rambu dilarang berhenti untuk mengurangi dampak kemacetan. “Kami hanya memfasilitasi pengguna jalan sebagai Dinas Perhubungan, jika ada pelanggar lalu lintas juga sudah ada polisi yang akan menindak,” tegas Yusmanto.

Menurutnya, biar masyarakat yang menilai penerapan jalur SSA, apakah semakin macet atau malah lebih baik. “Di ARH hanya berlaku dari pukul 15:00-22:00 WIB, pedagang juga masih bisa bertransaksi,” paparnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum penggugat, Leo Prihardiansyah masih optimis dengan gugatannya. Katena menurutnya Pihak tergugat belum memiliki perijinan yang sah untuk menerapkan rambu-rambu yang dipasang di Jalan Arif Rahman Hakim. “Saya mempertanyakan ijin administrasi yang tidak pernah disosialisasikan sebelumnya,” kata Leo kepada Radar Depok.

Menurutnya, Jalan ARH merupakan Jalan Nasional, sehingga pemasangan rambu-rambu dan penerapan SSA harus ada ijin dari Kementerian Perhubungan. Dalam kesempatan tersebut banyak polisi dan petugas yang berjaga di jalur SSA, padahal sebelumnya jarang sekali ada petugas yang berjaga. “Biasanya petugas tidak ada yang berjaga di sisi perlintasan SSA dan di simpul kemacetan,” papar Leo.

Dia juga berharap, agar penerapan SSA jangan lagi dilanjutkan dan tetap diberlakukan dua arah. “Saya meminta agar jalur SSA tidak dilanjutkan dan tetap dilakukan dua arah,” tandas Leo.(cr2)