30 Rumah Dekat TPA Bakal Dibebaskan

In Metropolis
AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK
MENGUNUNG : Kondisi tumpukan sampah di TPA Cipayung mengunung yang hampir setiap harinya sampah warga Depok di buang di tempat ini sebanyak 700 ton sampah.

DEPOK – Pemerintah Kota Depok berencana membebaskan lahan milik warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, di tahun ini mengunakan Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Hal ini diungkapkan Walikota Depok Mohammad Idris saat menghadiri bakti sosial yang dilakukam Lemhanas di TPA Cipayung, Sabtu (10/3).

“Lokasi TPA ini memang disekitarnya harus steril dari penduduk rumah kurang lebih 500 meter dari TPA,” kata Idris kepada Harian Radar Depok.

Rencana pembebasan lahan milik warga akan dilakukan di tahun ini dengan mengunakan ABT. Namun, tahapanya akan dibahas terlebih dahulu dengan dinas terkait dan legislatif. “Sekitar 30 rumah menempel dengan TPA Cipayung, kami harap tahun ini bisa dibebaskan,” terang Walikota.

Kondisi di kawasan TPA Cipayung diketahui sudah hampir overload baunya menyebar di pemukiman warga. Maka dari itu, jelas Idris dilakukan pembebasan lahan milik warga supaya tak ingin yang diinginkan seperti wabah penyakit yang menghantui warga sekitar TPA.

Meski begitu, Pemkot Depok melalui DLHK selalu memberikan perhatian kesehatan pemeriksaan warga sekitar TPA Cipayung. “Langkah kami agar mereka (warga) selamat dari yang kita tidak inginkan,” ucapnya.

Menurut Idris, persoalan sampah di Kota Depok merupakan tantangan bagi Pemkot Depok, untuk membuat program jitu demi mengurai sampah yang dihasilkan warganya.

Berdasarkan laporan Bapenas, kata Idris Depok akan bertambah penduduk sebanyak 3 persen di 2020. Tentu, kata dia, sampah bertambah. Diketahui kata Idris, setiap hari ada 1200 ton sampah yang dihasilkan warga Depok. Jumlah 1200 ton sampah itu yang masuk ke TPA Cipayung sebanyak 700 ton perharinya.

Lalu sampah itu dikelola menjadi pupuk di 32 Unit Pengelolaan Sampah (UPS) totalnya 120 ton perhari sampah yang dikelola.

“Kami juga ada 500 bank sampah yang tersebar di 63 kelurahan. Bank sampah ini bisa menekan sampah yang dibuang ke TPA Cipayung,” bebernya.

Langkah Pemkot Depok mengelola sampah tentu banyak dan butuh dorongan dukungan dari masyarakat Depok.

Bahkan, kata dia, di TPA Cipayung sudah mengelola limbah sampah yang dibuang dengan dijadikan gas metan.  Gas metan ini bisa dimanfaatkan menjadi listrik dan bahan bakar penganti gas alam.

“Kami pun sudah mengajukan ke Kementrian Lingkungan Hidup soal gas metan ini. Dengan harapan bisa dikeluarkan peraturan presiden (Prepres),” ulasnya.

Masih di lokasi, Kepala DLHK Depok, Ety Suryahati memgatakan, terkait pembebasan lahan di sekitar TPA Cipayung masih tahapan wacana kedepan dan tidak tahu kapan pembebasan lahan tersebut.

Sebab, Walikota Depok akan berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terlebih dahulu sebelum membebaskan lahan tersebut.

Lanjut Ety, diharapkan pembebasan lahan bisa di tahun ini melalui dana ABT. Namun pelaksanaan pembebaaan lahan membutuhkan pengukuran oleh Badan Pertahanan Negara (BPN) yang cukup lama.

“Kalau ajuan ke ABT kan sebentar tapi untuk pengukuran cukup lama. Kami gak tahu luas pembebasan lahanya berapa, kan baru wacana,” kata dia. (irw)

 

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu