Beranda Komunitas Depok Adobt Don’t Buy

Adobt Don’t Buy

0
Adobt Don’t Buy
RUBIAKTO/ Radar Depok KOMPAK: anggota Dog Lovers Depok saat melatih ketangkasan saat pertemuan mingguan yang dilakukan Komunitas DLD.
RUBIAKTO/ Radar Depok
KOMPAK: anggota Dog Lovers Depok saat melatih ketangkasan saat pertemuan mingguan yang dilakukan Komunitas DLD.

Mencintai hewan peliharaan berawal dari bagaimana cara mendapatkan hewan peliharaan. Dengan mengadopsi anjing menurut Ketua Komunitas Dog Lovers Depok (DLD) pecinta anjing bisa lebih sayang, karena mendapatkan anjing bukan dari hasil jual beli.

Laporan : Rubiakto

Jual beli anjing sebagai eksploitase penjualan anjing sangat ditentang oleh komunitas Dog Lovers Depok yang telah berdiri sejak 14 Februari 2016. Menurut Ketua DLD, Yossi Kalumata hasil dari penjualan anjing anak membuat populasi anjing semakin tidak terbendung.

“Kami bukan menentang budidaya, tapi biasanya dengan budidaya yang berlebihan, untuk meraup keuntungan yang banyak akan membuat populasi anjing meningkat. Sehingga malah menjadi anjing tidak terurus,” kata Yossi kepada Radar Depok.

Akibat perkembangan anjing liar di lingkungan, karena keinginan meraup keuntungan yang tinggi malah mengakibatkan banyaknya anjing liar di lingkungan. “Kalau banyak anjing liar, kan semakin meresahkan masyarakat, apalagi kalau ada yang rabies,” papar Yossi.

Sementara itu, Yosi Kalumata mengatakan, anjing merupakan hewan yang bersahabat dengan manusia, sehingga populasiya jangan sampai menjadikan anjing sebagai pengganggu manusia. Karena tidak sedikit masyarakat yang memandang anjing menjadi hewan negative. Untuk itu, komunitasnya terus berusaha memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat guna tidak memusuhi anjing yang berada disekitar mereka.

“Kami berkomitmen akan berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa anjing dapat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus mengkampanyekan Adopt Don’t Buy,” kata Yossi.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, sambung Yosi, komunitas Dog Lovers Depok menjadikan wadah kepada pencinta anjing guna saling bertukar informasi dan tips tentang anjing, baik dalam kesehatan, perawatan maupun edukasi lainnya.

Yosi mengungkapkan, selain memberikan edukasi pihaknya melaksanakan rescue anjing terlantar. Umumnya anjing yang diselamatkan dalam kondisi kurang sehat, sehingga pihaknya dengan menggunakan dokter hewan berusaha menyelamatkan hewan tersebut.

Setelah anjing dinyatakan sembuh, anjing dapat diberikan kepada masyarakat yang ingin memiliki dengan cara open adopsi setelah melewati beberapa prosedur yang telah ditetapkan. “Setelah me-rescue kami akan menawarkan adopsi kepada pecinta anjing yang ingin memiliki anjing,” terang Yosi.(bersambung)