Beranda Utama Awas, Rock Melon Australia Berbakteri

Awas, Rock Melon Australia Berbakteri

0

DEPOK – Badan Karantina Pertanian (Barantan) bergerak cepat menyikapi pemberitaan berita internasional terkait kematian warga di Australia setelah mengonsumsi buah Rock Melon (Cantaloupe). Diketahui, Rock Melon Australia tercemar bakteri listeria dan menimbulkan kematian tiga orang warga.

Terkait hal ini, Kepala Seksi Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Harry Adam Fauzi mengatakan, jenis buah Rock Melon tidak masuk ke Kota Depok. Maka, dia meminta warga Depok tidak perlu khawatir.

“Lebih baik mengonsumsi buah lokal, lebih alami, segar, sehat, dan bisa membantu perekonomian petani lokal,” kata Harry kepada Radar Depok, kemarin (7/3).

Harry menilai, buah-buahan impor ini memang harganya lebih murah dengan tampilan cukup bagus. Tetapi, tidak menjamin ke alamian dan kesegarannya, bisa jadi banyak bahan kimia yang terkandung di dalamnya. “Walau pun mungkin masih dalam ambang batas kewajaran untuk dikonsumsi, tetapi percayalah buah lokal lebih menyehatkan,” kata Harry.

Buah Rock Melon yang tercemar bakteri listeria, menurutnya bakteri itu memang tumbuh di dalam pelapis lilin dari buah-buahan, tujuannya untuk tetap awet ketika proses ekspor atau impor.

Kejadian ini merupakan sinyal darurat bagi pemerintah Indonesia untuk segera melakukan tindakan antisipatif, meski sebenarnya belum ada importasi secara langsung ke Indonesia. “Buah ini diekspor ke Malaysia, Singapura dan beberapa negara lainnya. Kita perlu waspadai utamanya masyarakat yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura”, tegas  Kepala Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian, Banun Harpini.

Banun berharap, masyarakat waspada terhadap buah melon impor tersebut, dan menghindari kontak langsung atau mengonsumsi melon impor hingga adanya investigasi dan langkah pencegahan pemerintah Australia. Barantan akan memperketat pemeriksaan buah impor asal Australia, karena bukan tidak mungkin potensi penularan dari jenis buah lainnya.

“Kami punya pengalaman memusnahkan buah apel berbakteri listeria pada tahun 2016 asal amerika. Maka kami akan periksa lebih jauh buah impor asal Australia”, tegasnya.

Selain itu Banun mengimbau agar para traveller dari Australia, Malaysia, Singapura, UEA, Qatar, Jepang, Hongkong, Oman dan Kuwait tidak membawa buah-buahan berisiko ini ke Indonesia. Pengawasan di bandara internasional juga akan ditingkatkan sehubungan dengan kasus ini. Barantan tidak ingin kecolongan mengingat ini menyangkut nyawa manusia dan keselamatan konsumen. “Ini soal keselamatan konsumen. Kami tidak akan membuka peluang risiko,” tutur Banun.

Barantan akan terus berkomunikasi dengan otoritas kompeten di Australia guna menjamin tidak ada penyebaran bakteri ini ke tanah air. (irw)