BKSDA Pantau Buaya Rutan

In Metropolis
POJOKSATU.ID GRUP RADARDEPOK
Foto: Ilustrasi Buaya Rutan

DEPOK – Kepemilikan buaya di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Cilodong, mulai dipantau Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah I Jawa Barat. Pasalnya, saat ini tidak diperbolehkan memelihara binatang buas, jika tidak ingin tersandung masalah hukum.

Menurut Kabid Wilayah I BKSDA Jawa Barat, Priatna mengatakan berdasarkan UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya melarang setiap warga Negara memiliki binatang buas. Sekarang tidak ada yang boleh memelihara buaya tanpa terkecuali, kata Kabid Wilayah I BKSDA Jawa Barat, Priatna kepada Radar Depok.

Sementara saat itu, pihaknya hanya memberikan ijin hanya untuk tujuan konservasi, dan penangkaran. “Hanya boleh untuk penangkaran, dan minimal itu sepasang. Kalau hanya satu ekor jelas itu tidak memiliki ijin dan tidak akan diberikan ijin,” ucap Priatna.

Dia juga mengaku, telah memantau perkembangan buaya di Rutan Cilodong melalui pemberitaan dan pihaknya berencana untuk mendatangi Rutan Cilodong. “Kita akan mendatangi rutan, jika memang masih memelihara Buaya, kecuali mereka mau menyerahkan sendiri,” kata Priatna.

Menurutnya, pihaknya akan segera mendatangi Rutan Cilodong untuk meminta pihak rutan menyerahkan ke buayanya ke BKSDA. “Kami akan meminta buaya yang dipelihara untuk diserahkan ke kami, jika tidak bersedia pemilik bisa terjerat masalah hukum,” terang Priatna.

Sebelumnya dirinya mengaku telah membawa petugas Buaya yang telah dipelihara warga di Bogor selama 21 tahun, Minggu, 4 Januari 2018 lalu. “Kita akan amankan binatang dilindungi yang berada di wilayah kami, tanpa terkecuali,” beber Priatna.

Sementara diberitakan 8 Maret 2017, Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Cilodong, menjadi salah satu elemen pemerintah yang memakai jasa hewan untuk pengamanan. Ada dua ekor anjing jenis doberman dan satu ekor buaya. Dan dijamin, hewan-hewan ini buas.

Kepala Rutan Kelas IIB Kota Depok, Sohibur Rachman mengatakan, keterlibatan anjing dan buaya hanya untuk mempertebal keamanan. Sejauh ini, sisten keamanan di rutan sudah baik. Selain memiliki puluhan petugas sipir, rutan juga dilengkapi ratusan kamera pengawas (CCTV). Itu diluar bantuan keamanan dari TNI-Polri.

“Anjing kami lepas saat malam hari. Mereka akan berkeliling rutan. Anjing ini dilatih untuk menyerang,” tambahnya.

Kalau anjing ditempatkan agak terpisah. Lokasinya di area sekitaran kebun rutan. Jadi jika ada tahanan yang coba-coba kabur, siap-siap saja menghadapi terjangan hewan buas ini. “Kami berupaya menangkal jika ada tahanan yang berusaha kabur dengan memanjat tembok,” tegasnya.

Ia tak memungkiri bila jumlah tahahan di rutan yang mencapai 900-an orang, perlu pengawasan khusus. Makanya adanya anjing dan buaya penjaga dinilai sangat membantu. “Kami harus bisa menjaga selama 24 jam penuh,” tandasnya. (cr2)

You may also read!

kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...

Mobile Sliding Menu