Beranda Pendidikan Cilodong Dapat Juara Pasanggiri

Cilodong Dapat Juara Pasanggiri

0
Cilodong Dapat Juara Pasanggiri
PEBRI/RADAR DEPOK WAKIL: Siswa, panitia, dan juri Pasanggiri tingkat SD Kecamatan Cilodong berfoto bersama usai diberikan arahan pada saat pembukaan perlombaan, Senin (12/3).
PEBRI/RADAR DEPOK
WAKIL: Siswa, panitia, dan juri Pasanggiri tingkat SD Kecamatan Cilodong berfoto bersama usai diberikan arahan pada saat pembukaan perlombaan, Senin (12/3).

DEPOK– Sebanyak lima mata lomba digelar dalam bagian Pasanggiri tingkat SD Kecamatan Cilodong. Total ada 30 SD yang ikut serta, yakni 20 SD negeri dan 10 SD swasta. Dalam kegiatan yang diadakan di SDN Kalimulya 1 tersebut, untuk mencari perwakilan siswa dari Kecamatan Cilodong untuk Pasanggiri di tingkat Kota Depok.

Koordinator Pasanggiri Kecamatan Cilodong, Lia Mulia mengatakan, Pasanggiri adalah bagian dari Lomba Pendidikan yang digelar di tiap kecamatan di Kota Depok. Rencananya, siswa yang menjadi juara satu dan dua dari tiap mata lomba yang akan dikirim untuk menjadi wakil Kecamatan Cilodong untuk berkompetisi di Pasanggiri tingkat Kota Depok.

“Tidak semua SD mengirimkan siswanya untuk lima mata lomba tersebut, tetapi ada yang mengirimkan dua atau memang lengkap untuk semua mata lomba,” ucapnya kepada Radar Depok.

Lia menjelaskan, lima mata lomba tersebut, yakni Pupuh, Kawih, Aksara Sunda (nulis dan maca), Maca Sajak, Ngadongeng. Tiap mata lomba, dibagi menjadi dua kategori, yakni putra dan putri. Karena, setiap siswa memiliki potensi dan bakat yang sama, baik itu siswa putra ataupun putri.

“Ini juga berkaitan dengan Kurikulum 2013, yang tidak hanya terlalu terfokus dengan kemampuan akademik siswa, tetapi non akademik juga, dan salah satu wadahnya adalah Pasanggiri,” katanya.

Lia menjelaskan, dengan adanya Pasanggiri juga bisa bagian dari pelestarian seni dan budaya Sunda, yang merupakan ciri khas dari daerah Jawa Barat. Guru pun memiliki peran untuk melestarikan hal tersebut, karena mereka yang memberikan pendidikan kepada siswa tentang berbagai hal, yang salah satunya adalah tentang seni dan budaya asli daerah di Indonesia.

“Setiap sekolah tentunya ada pembelajaran Bahasa Sunda, dan ini bisa menjadi salah satu evaluasi dari pembelajaran yang sudah diberikan selama ini,” terangnya. (peb)