DOK.PRI FOR RADAR DEPOK INOVASI: Manajer PLN Area Depok, Putu Eka Astara (tengah) bersama sejumlah dosen Universitas Indonesia berfoto bersama dengan latar Mobil Listrik Nasional (Molina), di kampus UI Depok, kemarin (1/3). insert: Menristek Dikti, Mohamad Nasir, Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, Direktur Honeywell Hometown Solutions, Kerry Kennedy, dan Rektor UI, Muhammad Anis, melihat kondisi Molina.
DOK.PRI FOR RADAR DEPOK
INOVASI: Manajer PLN Area Depok, Putu Eka Astara (tengah) bersama sejumlah dosen Universitas Indonesia berfoto bersama dengan latar Mobil Listrik Nasional (Molina), di kampus UI Depok, kemarin (1/3). insert: Menristek Dikti, Mohamad Nasir, Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, Direktur Honeywell Hometown Solutions, Kerry Kennedy, dan Rektor UI, Muhammad Anis, melihat kondisi Molina.

Ada hal menarik disela acara peresmian laboratorium kendali canggih terhubung pertama di Indonesia, atas hasil kerjasama Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan Honeywell Hometown Solutions, di FTUI, Kamis (1/3). Yaitu kehadiran Mobil Listrik Nasional Universitas Indonesia atau Molina UI.

Laporan: Muhammad Agung HR – Depok

 

Pengembangan mobil listrik secara nasional terus lahir inovasi baru, khususnya di kalangan kampus Universitas Indonesia. Salah satunya kehadiran Mobil Listrik Nasional (Molina UI), hingga akhirnya bekerjasama dengan PLN.

Secara corporate, PLN pusat telah menandatangani perjanjian kerjasama dengan enam univesritas, di antaranya UI, ITB, Undip, ITS, dan Udayana, yang berisi beberapa hal terkait sumber daya manusia yang ada di kampus tersebut bisa ikut berkontribusi terhadap BUMN, khususnya PLN.

Manajer PLN Area Depok, Putu Eka Astara mengatakan, hal yang dikerjasamakan salah satunya adalah pengembangan mobil listrik. Selain itu ada riset, kerjasama bagaimana mahasiswa bisa belajar di PLN.

“Kami mendukung salah satu inovasi dan penelitian dari UI untuk mengembangkan mobil listrik. Mobil listrik ini sejak beberapa tahun lalu menjadi fenomena yang cukup menarik, karena ke depan mobil listrik ini akan sangat cepat perkembangannya,” ungkap Putu kepada Radar Depok.

Ia melihat, di luar negeri saja sudah cukup banyak mobil listrik, dan didukung oleh teknologi yang semakin baik. Dari sisi kecanggihannya, mau pun dari sisi harga baterai yang selama ini menjadi momok, karena sangat mahal. Namun, sekarang sudah sangat bisa ditekan. Sehingga mobil listrik ke depan pasti akan lebih diminati karena harganya akan semakin murah.

Salah satu yang ingin PLN kedepankan adalah memfasilitasi yang dibutuhkan oleh UI. Nah, saat ini yang dibutuhkan UI adalah stasiun pengisian untuk mobil listrik atau charging station nya. Jadi, bagaimana mobil listrik ini bisa dengan mudah mendapatkan stasiun untuk pengisian isi ulang listriknya.

“Maka kami mempunyai produk yang bernama Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU), segera ditindak lanjuti dengan memasang satu SPLU, rencananya dipasang dua. Yang sudah terpasang ada di dekat Fakultas Teknik UI,” tutur Putu.

Pada kesempatan tersebut, Menristek Dikti, Mohamad Nasir, Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, Direktur Honeywell Hometown Solutions, Kerry Kennedy, dan Rektor UI, Muhammad Anis melihat langsung kondisi Molina UI.

Selain itu lanjut Putu, UI berinisiatif bekerjasama dengan PLN bagaimana inovasi dari UI dalam hal ini mengembangkan prototipe mobil listrik. Sedangkan PLN menyediakan charging stasion itu bisa didemokan di acara tersebut.

“Maka pada saat disela acara para tamu, PLN ajak ke lokasi di mana mobil tersebut ada. Yang dipajang itu ada Molina, kemudian ada sepeda listrik,” kata Putu.

Keunggulan Molina, berdasarkan informasi yang digali dari UI bahwa pemerintah saat ini sedang menggalakan pengembangan mobil listrik yang bisa seratus persen diproduksi oleh universitas. Tahap awalnya ini ingin membangun bus listrik yang akan dioperasikan di bandara. Kemudian dari sisi produk yang dikembangkan UI itu secara fisik sudah sangat simpel, ringan, mereka sudah melakukan beberapa kali uji coba untuk beberapa cashing mobil yang sudah ada.

“Informasinya, mobil ini digantikan saja fungsi mesin yang sebelumnya digerakan oleh motor bensin, diganti dengan motor lisrtik. Di dalam mobil tersebut nantinya ada space untuk menyimpan baterai. Kemudian dicharge, baterai ini akan menggerakan fungsi keseluruhan dari mobil itu.  Jadi, ini mirip dengan mobil pada umumnya,” tegas Putu.

Terpisah, FTUI bekerja sama dengan Honeywell Hometown Solutions meresmikan laboratorium kendali canggih terhubung pertama di Indonesia, di Ruang K301 Engineering Center FTUI.

Laboratorium kendali ini memungkinkan FTUI menerapkan konsep building integration yang biasa digunakan pada gedung-gedung modern. Konsep berbasis komputasi awan (cloud-based connected building services), Internet of Things (IoT), dan Artificial Intelligence (AI) ini mengintegrasikan semua fasilitas dalam satu integrasi kendali dan koneksi.

Kemampuan integrasi yang bisa dilakukan diantaranya adalah sistem kontrol listrik untuk penghematan energi, akses kontrol pintu dengan kartu UI, pengawasan CCTV, pencatatan penggunaan energi listrik, dan monitoring alarm kebakaran.

“Kami bangga menjadi universitas pertama di Indonesia yang memiliki fasilitas canggih ini. Kami juga berterima kasih kepada Honeywell atas dukungannnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan teknik di Indonesia,” jelas Rektor UI, Muhammad Anis.

Honeywell adalah perusahaan perangkat lunak industri dunia yang terdaftar di Fortune 100 dan memiliki beragam teknologi untuk membantu pesawat terbang, mobil, rumah dan gedung, pabrik, rantai suplai dan para pekerja di dunia.

Pembangunan laboratorium di FTUI ini merupakan bagian dari upaya Honeywell mempromosikan bidang Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) di Indonesia serta bentuk komitmen Honeywell untuk membantu generasi muda Indonesia agar lebih inovatif di masa depan.

“Selain itu, laboratorium ini juga dapat dijadikan ajang simulasi industri otomasi gedung dan sistem kendali bagi mahasiswa teknik di UI,” tambah Presiden Direktur PT. Honeywell Indonesia, Roy Kosasih. (*)