Dirjen: SMK Harus Revitalisasi 5 Hal

In Pendidikan
SANI/RADAR DEPOK
KEBUTUHAN SMK: Walikota Depok, Mohammad Idris (kiri) bersama Ketua BMPS Kota Depok, Acep Al Azhari membuka Takaran SMK Swasta 2018, kemarin (7/3).

DEPOK – Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad meminta kepada seluruh SMK swasta agar melaksanakan Instruksi Presiden (Inpres) No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.

“Ada lima hal yang harus dilakukan sekolah, yakni kurikulum, ketersediaan guru produktif, fasilitas (sarana dan prasarana), UKK dan sertifikasi dan kerja sama dengan dunia industri,” kata Hamid saat menjadi pembicara di acara Takaran SMK Swasta 2018, di Hotel Bumi Wiyata, kemarin (7/3).

Dia menjelaskan, seharusnya kurikulum di SMK baik negeri dan swasta harus melihat pada kebutuhan industri luar yang menjadi mitra sekolah.

“Kami sudah melakukan perubahan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan industri. Jadi kalau ada sekolah yang kerja sama dengan industri luar, lalu industrinya minta disesuain kurikulumnya itu diperbolehkan,” sambungnya.

Tahun ini Kemendikbud akan melakukan perekrutan terhadap guru kejuruan dan SD. Karena saat ini banyak ditemui penyediaan guru produktif sangat kurang di SMK seluruh Indonesia.

“Kebanyakan di sekolah itu guru normatif dan adaptif, yang produktifnya ngga ada. Yang menjadi poin penting dalam merekrut guru adalah kualifikasi dan kualitasnya harus sesuai,” lanjutnya.

Fasilitas juga menjadi hal yang harus direvitalisasi oleh sekolah. Menurut Hamid, fasilitas yang meliputi sarana dan prasarana adalah modal utama dalam membentuk siswa yang terampil.

“6.000 SMK di Indonesia tidak punya ruang praktek, ada yang ruang praktek tapi tidak punya alat, begitu pun sebaliknya. Jangan samakan SMK dengan SMA, yang ada nanti mereka tidak akan bisa terampil,” ucapnya.

Hal keempat yang menjadi perhatian Hamid adalah UKK dan sertifikasi. Ia mengatakan, setiap tahun 1,3 juta hingga 1,4 juta siswa lulus dari SMK. Namun, tidak semua dari lulusan tersebut memiliki sertifikat lulusan yang berkompeten. “Sangat disayangkan, jauh sekali dari yang diharapkan,” ujarnya.

Kata Hamid hal terakhir yang menjadi bahan revitalisasi adalah kerja sama dengan industri, karena banyak ditemukan sekolah yang tidak memiliki partner dalam mengelola sekolah.

“Bagaimana memberikan kesempatan magang ke siswa kalau partnernya saja tidak ada. Ini adalah pekerjaan terberat dari keempat hal sebelumnya,” katanya.

Hamid menuturkan, apabila kelima hal tersebut dilaksanakan di SMK seluruh Indonesia khususnya swasta, akan memberikan dampak yang positif bagi para siswa lulusan SMK.

“Saya yakin mereka-mereka yang lulusan SMK itu nantinya akan masuk ke dunia industri seperti apa yang diharapkan selama ini,” tutup Hamid.

Acara ini dihadiri 237 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan ketua yayasan SMK swasta di seluruh Indonesia. Acara akan berlangsung selama dua hari, Rabu-Kamis (7-8/3).

Dalam pembukaan acara, Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Depok, Acep Al Azhari berharap kepada seluruh peserta untuk bekerja sama dan peran aktif di seluruh sesi sampai acara selesai.

“Kita akan kupas rumusan-rumusan yang sudah disiapkan panitia yang nantinya menjadi kerjaan bapak ibu semua untuk di sekolah,” ujar Acep. (cr3)

You may also read!

logo UI dari jauh

Peneliti dan Akademisi UI Soroti Kebijakan Prioritas untuk Covid-19

SUASANA ASRI : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Universitas Indonesia (UI). FOTO : AHMAD FACHRY

Read More...
santunan yatim di jatimulya

423 Warga Jatimulya Terima Santunan

BERBAGI : Camat Cilodong Supomo didampingi Ketua Panitia Santunan Yatim dan Dhuafa Jatimulya, H Adi

Read More...
sosialisasi empat pilar milenial

Hasbullah Sosialisasi Empat Pilar ke Milenial Cilodong

SOSIALISASI : Anggota DPRD Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad (Kedua dari kanan) di damping istri

Read More...

Mobile Sliding Menu