Beranda Satelit Depok Diserang Vertigo, H Ayub Tutup Usia

Diserang Vertigo, H Ayub Tutup Usia

0
Diserang Vertigo, H Ayub Tutup Usia
INDRA/RADARDEPOK DISEMAYAMKAN: Kamis (8/3) malam, tokoh masyarakat, H Ayub bin H Muhtar dipanggil sang Khalik.
INDRA/RADARDEPOK
DISEMAYAMKAN: Kamis (8/3) malam, tokoh masyarakat, H Ayub bin H Muhtar dipanggil sang Khalik.

DEPOK– Warga Kelurahan Krukut, Limo berduka. Kamis (8/3) malam, tokoh masyarakat Krukut yang tersohor, H Ayub bin H Muhtar dipanggil sang Khalik. Pria yang meninggal di usia 54 ini, menderita sakit Vertigo hingga menjalani perawatan dan pengobatan selama 5 hari di Rumah Sakit (RS) Puri Cinere.

Kepergian H Ayub menghadap sang ilahi, tak pelak sangat mengejutkan para kerabat dan warga Krukut pada umumnya. Mengingat, sepekan sebelumnya ayah dari Ines, Sony dan Chandra ini masih tampak segar dan masih berinteraksi dengan warga sekitar.

“Seminggu sebelum H Ayub meninggal saya masih melihat almarhum bersama cucunya. Dan saat itu masih terlihat segar bugar dan saya mendapat kabar Kamis malam H Ayub telah meninggal dunia,” singkat Ustad Zulkarnain salah satu tokoh ulama Kelurahan Krukut, kepada Radar Depok.

Kerabat almahrum H Ayub, H Tajudin Tabri mengaku, saat dirawatpun almarhum seperti terlihat segar, dan sangat tidak menyangka kalau abangnya bakal dipanggil oleh Allah pada usia yang masih cukup muda. “Kami sekeluarga sudah mengikhlaskan beliau,” ujar Tajudin.

Sementara, Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kecamatan Limo, Husin Tohir mengaku, sangat kagum dengan banyaknya pelayat yang datang kerumah duka di Jalan Swadaya RW2 Kelurahan Krukut termasuk Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, yang telah hadir melayat sejak pagi hari.

“Almarhum orang baik dan banyak kolega, makanya tak heran begitu tersiar kabar meninggal dunia. Banyak teman kerabat dan kolega yang datang melayat,” ujar Husin yang juga menjabat sebagai Ketua RW1 Kelurahan Krukut ini.

Kepergian H. Ayub untuk selamanya tak hanya menyisakan duka mendalam bagi Ema Suryanih (istri) dan keluarga. Namun juga bagi para warga sekitar pasalnya semasa hidupnya H Ayub dikenal sebagai sosok yang suka membantu dan berbagi terhadap sesama.

Menurut salah satu warga Krukut, Ishak. Almarhum sangat dihormati oleh warga, karena sifatnya yang pemurah dan hal ini sangat dirasakan oleh warga. Semasa hidupnya H Ayub sering membantu anak yatim, janda dhuafa dan sering membantu pembangungan sarana ibadah. “Salutnya lagi, almarhum sudah banyak memberangkatkan warga Krukut melaksanakan ibadah umrah, makanya wajar kalau banyak warga yang merasa kehilangan,” tandasnya.(dra)