Dua Buron, Tiga Didor

In Utama
SOFYANSYAH/RADAR BOGOR
PEMBUNUHAN SUPIR TAKSI ONLINE : Tersangka kasus perampokan dan pembunuhan sopir taksi online digiring oleh petugas Satreskrim Polres Bogor pada rilis perkara di Polres Bogor, Rabu (7/3). Polres Bogor menangkap lima pelaku yang diduga terlibat dalam kasus tewasnya Justinus JH Sinaga (41), seorang sopir taksi online, dan mengancam para pelaku dengan pasal berlapis yaitu Pasal 365 ayat 4 KUHP, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 340 KUHP tentang perampokan disertai pembunuhan dengan ancaman pidana hukuman 15 tahun penjara.

DEPOK–Polisi kembali menangkap para pelaku pembuhunan Justinus JH Sinaga (41), sopir taksi daring (online) yang mayatnya ditemukan di kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Para pelaku kini mendekam di Mapolres Bogor.

Mengenakan baju tahanan, mereka adalah MA (40), AN (30), KM (40) dan R (27). Selain keempat pelaku, Polres Bogor juga menyertakan AS (20) yang sebelumnya telah diamankan di Polresta Depok.

Para pelaku ditangkap di Cipinang Gading, Kota Bogor. Tiga diantaranya terpaksa ditembak bagian kaki karena melakukan perlawanan. Selain itu polisi juga mengamankan dua orang wanita yang berada di kostan milik salah satu pelaku. Satu diantaranya, dalam kondisi hamil.

Kapolres Bogor, AKBP Andi Moch Dicky menjelaskan, seluruh pelaku memiliki peran berbeda. MA (40), berperan sebagai perencana eksekusi dan otaknya. Dia juga yang memukul korban menggunakan batu sebanyak tiga kali.

Pelaku lainnya, AN (30) memiliki peran mengikat tangan korban dan membuangnya ke jurang. Ada juga KM (40) yang memegang tali jeratan di leher korban dan R (27) berperan mengikat kaki korban dan membuangnya ke jurang.

“Dari lima pelaku ini, masih ada dua yang buron. Mereka adalah I, sebagai orang yang memegang tangan korban dan meminjamkan HP untuk memesan Grab Car dan A yang memukul korban menggunakan gagang golok,” jelas Dicky saat konferensi pers di Mapolres Bogor Jalan Tegar Beriman, Cibinong, kemarin.

Dicky mengatakan kasus ini bermula saat salah satu pelaku memesan taksi daring menggunakan dari Sukaraja, Kabupaten Bogor tujuan Pamijahan  Jumat (2/3) lalu. Awalnya di Sukaraja hanya empat orang yang naik, lalu tiga lainnya naik di perjalananan.

Setibanya di lokasi, korban dijerat menggunakan tali selanjutnya tangan dan kakinya diikat menggunakan lakban hitam. Setelah itu, korban dipukul menggunakan batu dan gagang golok serta dibuang ke semak-semak kawasan Gunung Salak, Kecamatan Pamijahan Kabupaten Bogor. Mayat korban ditemukan pada Senin (5/3) pukul 10.00 WIB oleh warga sekitar.

Dicky mengatakan dari identifikasi profil korban, diketahui bahwa kendaraan korban adalah Avanza B 1991 EKM. Setelah itu polisi mencari kendaraan termasuk profil yang melakukan pemesanan.

“Kami mendapat informasi bahwa kendaraan yang dicari posisinya ada di Polsek Subang Kota, mobil dititipkan oleh Polresta Depok Kota, terkait salah satu penggunanya adalah seorang pelaku penggelapan,” urainya.

Lebih lanjut Dicky menjelaskan, atas informasi itu, anggotanya dibagi tugas yakni mengecek dan mengamankan barang bukti mobil korban ke Polsek Subang Kota. Selain itu polisi juga memeriksa pelaku di Polresta Depok dan sebagian anggota mendatangi lagi ke TKP.

Setelah dilakukan pengembangan akhirnya diketahui ada tujuh pelaku, yang lima diantaranya telah diamankan. Menurut Dicky, motif kasus ini intinya hanya ingin menguasai mobil korban dan menjualnya.

“Seluruh pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 4 KUHP, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup. Untuk pelaku wanita yang diamankan, perannya sementara hanya saksi, karena saat penangkapan, berada di kostan yang sama,” jelasnya.

Untuk sementara, sambung Dicky berdasarkan penuturan pelaku, mereka baru dua kali melakukan aksinya. Satu di Kabupaten Bogor, dan satu lainnya di Sukabumi.

Dicky menambahkan barang bukti yang diamankan selain mobil Avanza, juga tali kain, batu, lakban warna hitam, kaos berkerah warna putih dan celana panjang berwarna cream milik korban. (wil/c)

You may also read!

edi masturo galang dukungan

Pilkada Depok : Edi Masturo Galang Kekuatan Timses Se-Pancoranmas

DUKUNGAN : Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo bersama Timses se-Kecamatan Pancoranmas, saat

Read More...
at tubah dukung pradi

At Taubah Satu Suara Dukung Pradi-Afifah

DEKLARASI DUKUNGAN : Seluruh Kiyai dan Ulama Majelis At Taubah saat deklarasi mendukung Pradi Supriatna

Read More...
Henry Gunawan.

Pilkada Depok, PC PPM Tidak Dukung Paslon Manapun

Henry Gunawan.   RADARDEPOPK.COM, DEPOK – Menghadapi hajat demokrasi : Pilkada Depok 2020. PC Pemuda Panca Marga

Read More...

Mobile Sliding Menu