Beranda Utama Duel Berujung Maut

Duel Berujung Maut

0
Duel Berujung Maut
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK TEWAS DI TANGAN TEMAN KARIB: Yusup tega menghabisi nyawa Nuroni. Tim identifikasi Polresta Depok melakukan olah TKP.
RAMA SAKTI/RADAR DEPOK
TEWAS DI TANGAN TEMAN KARIB: Yusup tega menghabisi nyawa Nuroni. Tim identifikasi Polresta Depok melakukan olah TKP.

DEPOK – Suasana hening di Gang H. Salim, Jalan Ampel Raya, Rabu (7/3) dinihari seketika berubah mencekam. Tubuh Nuroni didapati sudah tergeletak berlumur darah di teras rumahnya RT02/01, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya.

Selasa (6/3) malam, Nuroni kedatangan tamu yang tak lain kawan karibnya, Yusup Bumi Hayu. Keduanya diketahui menjalin pertemanan sangat akrab. Tetapi tak ada yang menyangka, Nuroni meregang nyawa di tangan Yusup.

Sabetan pisau dari Yusup yang menghujam di bagian dada Nuroni membuat nyawa Nuroni tidak dapat ditolong.

Informasi yang dihimpun Radar Depok di lokasi kejadian, sebelum jasad Nuroni didapati tergeletak bersimbah darah, terdengar suara keributan. “Kita dengar ada yang ribut-ribut. Terus keluar rumah. Kejadiannya jam tigaan pagi,” kata ayah Nuroni, Somad yang masih terlihat syok.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Keluarga Nuroni seketika melihat tubuh ayah satu orang anak itu telah tergeletak bersimbah darah.

Melihat Nuroni sudah tak berdaya, pelaku Yusup mencoba melarikan diri. Belum sempat jauh, keluarga Nuroni dibantu warga berhasil menangkap Yusup. Tanpa ba, bi, bu, Yusup dihakimi warga.

“Pelaku sempat ngelak kalau dia yang bunuh. Kami nggak percaya, melihat tangan pelaku ada darahnya,” kata Somad.

Diketahui, korban Nuroni dan pelaku Yusup sama-sama bekerja di PT. Indo Lysaght yang beralamat di Jalan Tole Iskandar. Nuroni baru beberapa hari keluar dari perusahaan tersebut.

Sementara Yusup tercatat berdomisili di Kampung Cipayung RT04/04, Kelurahan/Kecamatan Sukmajaya. Yusup masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Sedangkan jasad Nuroni telah dimakamkan di tempat pemakaman keluarga yang tidak jauh dari tempat tinggal. “Habis salat Ashar sudah dimakamin,” kata Somad.

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya, Kompol IGN Bronet Ranapati mengatakan, polisi masih menyelidiki motif pembunuhan tersebut. Pelaku belum bisa diminta keterangan lantaran masih dalam kondisi kritis di rumah sakit.

“Kita baru memeriksa satu saksi. Pelaku sudah kita amankan tetapi masih di rumah sakit,” kata Bronet.

Menurut keterangan saksi, kata Bronet, korban dengan pelaku merupakan rekan satu kantor. Tetapi belum lama ini korban Nuroni sudah keluar kerja.

“Mereka kawan baik sudah lama, teman akrab di suatu perusahaan. Tapi korban sudah tidak kerja. Motifnya masih kita dalami,” ujar Bronet. (ram)