Garap Urban Farming, Praktekan Ilmu di Kebun Sendiri

In Komunitas Depok, Metropolis
IST FOR RADARDEPOK
Para member Depok Berkebun berfoto usai melakukan penanaman di markas Depok Berkebun, Cluster Azalea, Grand Depok City.

Berkumpul, menanam, dan mengelola tanaman merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Komunitas Depok Berkebun setiap minggunya. Bukan hanya itu, komunitas ini juga sering mengadakan workshop di sela-sela kegiatan.

LAPORAN: Nur Aprida Sani

Tak hanya memiliki 100 member dengan anggota pakar ahli tanaman, Komunitas Depok Berkebun kerap melakukan kegiatan tiap minggunya. Salah satunya mengelola tanaman di lahan yang tidak begitu luas, sambung Ujang Subrata sambil minum secangkir teh di saung dekat Kebun Azalea.

“Ya kegiatan kami beginilah tiap minggunya di sela-sela berkebun, kadang beberapa bulan sekali ngadain workshop juga,” kata Ujang.

Dengan sangat seriusnya, Ujang menceritakan kegiatan Depok Berkebun saat mengadakan workshop. Dengan mendatangkan orang-orang yang berkompeten di bidang tanaman untuk dijadikan narasumber, membuat para member semakin giat di komunitas.

“Alhamdulillah kami punya teman-teman yang emang handal di tanaman, sekalian ngajarin ke kita juga hal-hal yang belum kita tahu,” ujar pria yang biasa disapa Aki tersebut.

Dalam kegiatan workshop, lanjut Ujang ada penyampain materi seputar dunia pertanaman. Dia dan member lainnya diajarkan bagaimana cara menanam dan merawat tanaman, dengan berbagai macam teknik, seperti hidroponik, organic, dan akuaponik.

“Kami semua tidak menutup diri untuk belajar apapun, biasanya setelah belajar di workshop langsung dipraktekkan dirumah masing-masing. Kan ada manfaatnya,” lanjut Ujang.

Dengan logat Bahasa Sunda yang agak medok, Ujang terus bercerita tentang kegiatan selama workshop. Selain penyampaian materi oleh narasumber, juga berdiri stand-stand bazar hasil berkebun para member.

“Member kami tuh orangnya pada kreatif, jadi hasil sayuran yang abis ditanam mereka kreasiin jadi makanan dan minuman. Tapi ada juga sayuran mentahnya,” ucap Aki Ujang.

Disela-sela ujang bercerita, dia mengajak awak Radar Depok untuk berkeliling melihat kebun sayuran yang sudah mulai terlihat sedikit tumbuh benih-benih bibitnya di Kebun Azalea.

Kebun Azalea ini jelas Ujang, merupakan lahan garapan dari program urban farming yang menjadi konsep utama dari komunitasnya. “Sudah lima bulan kami garap lahan ini, tadinya kosong sekarang sudah kami tanami bibit sayuran dan buah,” terangnya.

Karena sedang menggarap lahan Kebun Azalea, akhirnya Komunitas Depok Berkebun menjadikan kebun azalea sebagai markas kedua untuk komunitasnya.

Selain berkumpul dan menanam di markas seperti Kebun azalea, ternyata para member Komunitas Depok Berkebun sebagian besar adalah masyarakat yang juga memiliki lahan kebun di rumah masing-masing.

“Bedanya, komunitas kami punya kebun dirumah, jadi walaupun ada yang jarang ketemu pas kumpul tetap komunikasi lewat grup Whatsapp. Ilmunya langsung dipraktekin dikebun rumah masing-masing,” tutup Ujang. (*)

 

 

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu