Hasto: Di Tangan Perempuan Jalan Politik Berkebudayaan Diwujudkan

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PENJELASAN : Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto usai menghadiri Pendidikan Kader Khusus Perempuan Nasional (PKKPN) di Wisma Kinasih Resort, Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Jumat (9/3).

DEPOK –  Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, perempuan Indonesia harus menunjukkan jati dirinya sebagai jalan peradaban politik. Dengan menampilkan watak politik yang penuh dengan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, gotong royong, dan dedikasi untuk rakyat, bangsa dan negara.

“Di tangan perempuanlah jalan politik yang berkebudayaan itu dapat diwujudkan. Sebab Perempuan adalah sumber kebudayaan,” kata Hasto saat membuka  Pendidikan Kader Khusus Perempuan Nasional (PKKPN) di Wisma Kinasih Resort, Kelurahan Cimpaeun, Tapos, Jumat (9/3).

Dihadapan ratusan kader perempuan PDI Perjuangan peserta PKKPN, Hasto menjelaskan, pendidikan yang dilakukan PDI Perjuangan ini tidak hanya ditujukan kepada kader perempuan yang ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Tetapi, secara umum untuk mempersiapkan mereka sebagai pemimpin untuk rakyat. Khusus Bacaleg, selain diberikan materi ideologi, kepemimpinan, pemahaman terhadap fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan, juga akan dilakukan psikotes.

“Kami menyiapkan pemimpin untuk rakyat. Dengan keterlibatan kaum perempuan di politik maka politik dalam keseharian akan hadir. Politik juga menyentuh aspek yang sederhana seperti menata lingkungan agar bersih, asri dengan tanaman dan perawatan lingkungan yang baik,” papar Hasto.

Ia mengaku khawatir wajah politik hanya berorientasi kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Sementara di akar rumput, hal-hal terkait dengan selokan yang penuh sampah, sanitasi yang tidak memadai, lingkungan yang semakin kotor adalah persoalan sehari hari.

“Hal seperti yang dijawab melalui politik,” paparnya.

Hasto mencontohkan apa yang terjadi di Sumatera Barat dengan tradisi keislaman yang kuat, mampu melahirkan begitu banyak tokoh nasional dengan alam pikir kebangsaan, seperti Dr Mohammad Hatta, Moh Yamin, Rohana Kudus, Syahrir, H. Agus Salim, A. Kagani, dan sebagainya.

“Hal itu tidak terlepas dari budaya matriarkat. Dalam ungkapan bijak kita mengenal surga di telapak kaki Ibu. Karena itulah di tengah berbagai persoalan terkait dengan wajah politik yang penuh dengan hoax, ujaran kebencian, dan berbagai bentuk adu domba hanya karena kekuasaan, maka kehadiran perempuan dalam politik sangatlah penting,” ujarnya.

Hasto menegaskan, PDI Perjuangan menjawab tanggung jawabnya mempersiapkan perempuan Indonesia untuk menjadi pemimpin.

“Pemimpin yang mampu membawa perubahan bagi hadirnya politik yang berkeadaban,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...
kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...

Mobile Sliding Menu