HTA: Rumah Cimanggis jadi Cagar Budaya Depok

In Politika
IST FOR RADARDEPOK
MENINJAU : Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo meninjau Rumah Cimanggis yang terdapat di kompleks pemancar Radio Republik Indonesia Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, Jumat (23/3).

DEPOK – Setelah meninjau langsung keberadaan Rumah Cimanggis di kompleks pemancar Radio Republik Indonesia  Kelurahan Cisalak, Sukmajaya, Jumat (23/3). Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mendorong agar bangunan bersejarah tersebut bisa menjadi cagar budaya.

“Bisa membuat SK yang menjadikan Rumah Cimanggis sebagai cagar budaya di Depok. Secara aturan otonom, Pemkot atau Pemda bisa mengeluarkan itu, agar tidak dirobohkan atau dihilangkan saat pembangunan Universitas Islam Internasional (UII). Karena saat ini belum ditetapkan sebagai cagar budaya,” kata pria yang akrab disapa HTA saat dijumpai wartawan di kediamannya, Jumat (23/3).

Menurut politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini, dari Heritage Depok Community (HDC) sudah mengajukan bangunan tersebut sebagai cagar budaya.  Memang, lanjut HTA, jika dilihat dari usianya, bangunan tersebut sudah layak disebut bangunan cagar budaya.

Dalam pasal 5 huruf a Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dijelaskan benda, bangunan, atau struktur dapat diusulkan sebagai benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, atau struktur cagar budaya apabila memenuhi kriteria berusia 50 tahun atau lebih.

Bahkan, berdasarkan informasi yang ia dapat, bangunan itu adalah milik petinggi Kongsi Dagang Belanda Hindia Timur atau Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Rumah Cimanggis diyakini mulai dibangun pada rentang tahun 1771 dan 1775.

“Selain berusia di atas 50 tahun, bangunan tersebut juga memiliki nilai historis,” paparnya.

Memang, berdasarkan pertimbangan lingkungan rumah tersebut merupakan aset pusat. Sehingga alangkah baiknya jika Pemkot Depok berkoordinasi lebih dulu dengan pusat agar bangunan bersejarah tersebut tidak dihancurkan. Malahan, UII bisa mendukung dengan menjadikan museum atau destinasi wisata sejarah di Depok.

“Saya masuk ke sana rumahnya besar dan berdasarkan informasi dari keamanan setempat. Ada ornamen klasik yang orang berani bayar hingga puluhan juta rupiah. Tapi saya bersyukur penjaga tidak tergiur materi, artinya mereka aware untuk menjaga bangunan bersejarah. Saya ingin mendukung menjadi destinasi wisata sejarah. Jangan sampai Rumah Pondok Cina yang sekarang. Harusnya kan di pasang pagar atau dibangun museum atau perpustakaan sejarah. Jangan dijadikan tempat nongkrong untuk ngopi,” ujarnya.

Dirinya menekankan, kunjungan dan apa yang dibicarakan mengenai Rumah Cimanggis bukan ingin konfrontasi dengan Pemkot Depok. Tetapi sebagai masukan dari DPRD agar bisa menyelamatkan salah satu bangunan bersejarah di Kota Depok.

“Kami dukung upaya Pemkot, tapi bukan mau konfrontasi dengan Pemkot Depok. Ini untuk masukan, tapi secara resmi kami dari DPRD belum mengeluarkan surat rekomendasi. Karena harus dirapatkan dengan semua fraksi. Namun, saya meyakini, dari Fraksi PDI Perjuangan akan mendukung adanya SK untuk menyelamatkan Rumah Cimanggis,” tegasnya.

HTA menambahkan, jika sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, tentu akan ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan. Bahkan, aspirasi dirinya masuk untuk membuat gapura di Jalan Pemuda di tiap ujungnya.

“Itu juga jadi destinasi wisata sejarah. Nanti garupa itu ornamennya seperti Jembatan Panus. Bahkan, di bawah Jembatan Panus sendiri akan dibangunkan dermaga di Sungai Ciliwung. Ini upaya-upaya pelestarian. Agar generasi penerus tahu akan sejarah Depok dan Depok itu memang punya sejarah yang perlu dilestarikan,” ucap HTA. (cky)

You may also read!

dukungan imam dari habib

Habib Gasim Yakin Idris-Imam Paham Kebutuhan Pemuda

SILATURAHMI : Calon Wakil Walikota Nomor Urut 2, Imam Budi Hartono bersama Anggota Fraksi PKS

Read More...
turap longsor GDC

Hujan Lebat, Turap Beton Sepanjang 15 Meter di GDC Ambrol

TURAP AMBROL : Kondisi turap beton yang jebol akibat hujan deras yang mengguyur Kota Depok

Read More...
donor darah katar kemirimuka

Katar Kecamatan Beji Beraksi, Donor Darah Diapresiasi

DONOR DARAH : Karang Taruna (Katar) Beji menggelar kegiatan donor darah di Kelurahan Kemiri Muka

Read More...

Mobile Sliding Menu