Imigrasi Persempit Gerak Calo

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MENGURUS BERKAS : Warga sedang mengurus berkas yang diperlukan saat berada di Kantor Imigrasi, Jl. Boulevard Raya, Grand Depok City, Cilodong.

DEPOK-Persempit praktik calo, Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok sedang fokus kembangkan penerapan sistem online. Pelayanan sistem on line dinilai dapat memangkas peredaran calo yang berkeliaran di imigrasi.

Kepala Imigrasi kelas II Depok, Dadan Gunawan menjelaskan, sistem online mampu memangkas jalur birokrasi, sehingga masyarakat bisa memiliki paspor dengan mudah. Cara menggunakan aplikasi pendaftaran antrean secara on line sangat mudah, bahkan kantor Imigrasi juga membuka ‘Stand Help’ bagi pemohon yang ingin bertanya serta mendapatkan jawaban menggunakan pelayanan aplikasi tersebut.

Menurutnya, penerapan sistem online akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Depok, yang ingin mendaftar membuat maupun mengurus paspor dengan cara membuka https://depok.imigrasi.go.id/. “Lebih mudah, lebih cepat, dan mampu memangkas peran calo,” kata Dadan kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menurutnya, mereka tidak lagi harus antre mengambil nomor antrean di kantor Imigrasi, tapi dapat mendaftar melalui on line. Dadan berharap masyarakat Kota Depok dapat memanfaatkan aplikasi sistem on line dengan baik.

Warga Depok, Astri mengatakan, pelayanan yang diberikan Imigrasi, untuk warga Depok sangat baik dan tertib. Ditambah tingkat keamanan juga tergolong bagus. Menurutnya, melalui pelayanan yang baik di Kantor Imigrasi. Maka warga dapat merasakan program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yaitu Sahabat Masyarakat.

“Pelayanan imigrasi kota Depok sudah baik dan tertib, memudahkan masyarakat untuk membuat paspor. Sistem antriannya bagus, loket yang tersedia juga banyak” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan pelayanan seperti itu, tentunya akan meminimalisir keberadaan pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Seperti oknum yang ingin mengeruk keuntungan seperti pencaloan.

“Sistem seperti ini akan menghalangi keberadaan calo, misalnya saja saat mengambil nomor antrian kita harus foto dulu, kemudian tidak boleh dititipkan atau berdua. Jadi dalam pengurusan paspor harus sendiri,”terangnya.

Karena itu, bila dulu masyarakat merasa malas. Dengan alasan berbelit-belit tata cara pelayanan. Saat ini, masyarakat tidak perlu khawatir. Karena semua pelayanan menjadi mudah.(cr2)

You may also read!

kantor bawaslu depok ditutup

Ada yang Terkena Covid-19, Sekretariat Bawaslu Depok Tutup

TUTUP : Penampakan Kantor Sekretariat Bawaslu Kota Depok di Jalan Nusantara Raya, Nomor 1 RT03/13

Read More...
penertiban masker di kecamatan bojongsari

66 Pelanggar Terjaring di Kecamatan Bojongsari

HUKUMAN : Anggota Satpol PP Kota Depok saat memberikan sanksi sosial kepada pelanggar yang tidak

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...

Mobile Sliding Menu