Jelang UNBK Kepala SMA Ngutang

In Metropolis

DEPOK – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri dan swasta, telah dicairkan di Depok. Dana Bos triwulan pertama sudah cair sejak pertengahan Maret lalu itu sudah habis, dan jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejumlah kepala sekolah (kepsek) terpaksa berhutang.

“Ini adalah pencairan terbaik di Indonesia selama adanya dana BOS, karena lebih cepat dari sebelumnya yang selalu telat. Biasanya sudah triwulan dua baru cair,” kata Kepala Balai Pelayanan, Pengawas dan Pendidikan Wilayah (BP3W) 1 Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Dadang Ruhiyat kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, untuk dana BOS triwulan kedua, Dadang mengatakan, pihaknya sedang mengusulkan untuk segera dicairkan. Karena sudah memasuki triwulan kedua yakni periode April-Juni, “Anggaran kedua belum tapi sudah diusulkan,” lanjut Dadang.

Keterlambatan dana BOS, dikatakan Dadang, bisa saja terjadi karena administrasi perbankan, sementara dari pusat sesuai Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) keluar semuanya. “Biasanya keterlambatan ada di bank yang bersangkutan (BJB). Bukan dari provinsinya,” katanya.

Untuk mengantisipasi hal keterlambatan, berdasarkan Rencana Kerja Kepala Sekolah (RKKS). Maka sekolah negeri dapat mengakalinya salah satunya dengan meminjam uang ke pihak mana saja baru dibayarkan jika anggaran sudah cair.

Terkait pelaksanaan UNBK 2018, Dadang mengatakan, seluruh SMA dan SMK se-Kota Depok sudah siap 100 persen melaksanakannya. “Itu udah komitmen, jadi harus siap,” katanya.

Dilokasi yang berbeda, Kepala SMAN 5 Depok, Jarkasih membenarkan pencairan dana BOS di SMAN 5 periode Januari-Maret telah dicairkan. “Kalau tidak salah pencairan baru turun tanggal 13 atau 15 maret lalu,” katanya.

Jarkasih menjelaskan, sebelum dilakukan pencairan, pihaknya kerap meminjam dana untuk menutupi pengeluaran yang ada di sekolah.

“Kemarin perlu komputer jadi dibeli dulu pakai uang pinjaman, sekarang sudah cair langsung diganti uang tersebut, terus begitu untuk siasati uang BOS yang cair mendekati akhir periode biasanya,” kata Jarkasih.

Dikaitkan dengan pelaksanaan UNBK di sekolahnya, Jarkasih mengatakan meski dana BOS terlambat cair, UNBK tetap berjalan tanpa melibatkan siswa untuk membayar ujian.

“Pada umumnya tidak ada kendala, karena udah biasa tiap tahun dana bos cairnya lama. Apalagi sekarang sudah cair, jadi UNBK besok sudah bisa diatasi,” lanjutnya.

Senada dengan Jarkasih, Kepala SMAN 1 Depok, Supyana mengatakan, dirinya juga kerap pinjam sana-sini guna kepentingan sekolah mengantisipasi dana BOS yang cair akhir periode. Bahkan hingga memasuki periode berikutnya.

“Kreativitas Kepala Sekolah saja untuk anitisipasinya. Minjam sana sini, dan talangan dari koperasi sekolah untuk menutupinya. Karena pelayanan sekolah ke siswa tetap harus jalan tidak boleh diturunkan, ngga boleh alesan belum cair,” kata Supyana.

Supyana juga menuturkan, pencairan dana BOS di SMAN 1 tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Artinya masih di periode yang sama, kalau dari segi aturan memang telat tapi termasuk pencapaian terbaik.

“Wajar sih bagi saya. Permasalahannya sekarang, sekolah tidak bisa mengambil langsung semua uangnya, tapi ada kebijakan baru untuk transaksi non tunai, ini kendalanya mungkin jadi lebih lama pencairannya,” kata Supyana.

Kata Supyana, kelebihan tahun ini dibanding tahun sebelumnya adalah transaksinya yang non tunai, sehingga dapat terpantau aliran dananya.

“Kalau dulu dana bos bisa diambil semua uangnya di bank, bisa jadi talangan sekolah untuk biaya lain, sekarang sulit harus bertahap 5 juta perhari. Seperti bayar listrik, bisanya langsung hari itu sekarang nunggu seminggu dulu,” beber Supyana.

Walaupun dana BOS triwulan 1 cair pada waktu yang memasuki triwulan 2, Supyana mengungkapan sekolahnya tidak mengalami kendala teknis dalam persiapan menuju UNBK 2018 mendatang.

“Sudah aman 100 persen, kita sudah punya komputer 400, 360 dipakai sisanya cadangan. Tahun ini juga kami melaksanakannya hanya dengan satu sesi,” ungkapnya. (cr3)

You may also read!

Semburan air di cipayung

Ketua RT4/6, Cipayung : Kebocoran Air Tanah Sudah Biasa

LALAI : Terlihat sumber air bocor akibat dibor terlalu dalam oleh pengembang dari pengerjaan air

Read More...
Semburan air di cipayung

Dibor 175 Meter, Sumber Air Warga Cipayung Bocor

LALAI : Terlihat sumber air bocor akibat dibor terlalu dalam oleh pengembang dari pengerjaan air

Read More...
Diskominfo depok

Depok Siapkan Rumah Singgah Covid-19 di Pondok Cina

TANGANI COVID-19 : Koordinator Komunikasi Publikasi Penanganan Gugus Tugas Covid 19 Kota Depok, Sidik Mulyono.

Read More...

Mobile Sliding Menu