Kampanyekan Dog Are Not Food

In Komunitas Depok, Metropolis

 

RUBIAKTO/ Radar Depok
KOMPAK:Anggota Dog Lovers Depok saat sedang berinteraksi dengan anjing kesayangannya,  saat pelaksanaan ulang tahun komunitasnya di Margo City belum lama ini.


Makin maraknya konsumsi daging anjing di Kota Depok, Dog Lovers Depok ingin mengkampanyekan “Dog Are Not Food”. Kampanye ini untuk mengedukasi masyarakat tentang Bahaya Mengkonsumsi Daging Anjing dan Anjing Bukan Makanan.

Laporan : Rubiakto

Komunitas pecinta binatang tentu semakin banyak di Kota Depok, sama halnya dengan pecinta Anjing di Kota Depok, Dog Lovers Depok (DLD). Banyak agenda yang dilakukan DLD sebagai komunitas pecinta binatang, untuk memahami dan mengedukasi masyarakat terhadap hewan peliharaan.

Salah satu kampanye yang digaungkan DLD yaitu Dog Are Not Food, sebuah gerakan bahwa anjing adalah sahabat manusia, dan tidak layak untuk dikonsumsi. Ketua DLD, Yosi Kalumata mengatakan, berdasarkan penelitian tidak ada yang tahu dan tidak pernah ada sejarah tradisi makan daging anjing.

“Dan lewat kampanye ini kami ingin sampaikan bahwa apa yang menjadi alasan bahwa makan anjing itu merupakan tradisi, itu kurang tepat,” kata Yosi.

Dia juga mengatakan berdasarkan data Animal Friends Jogja (AFJ), JAAN dan Garda Satwa menyebutkan, perdagangan anjing untuk konsumsi di berbagai kota besar di Indonesia makin marak.

Walaupun perdagangan daging anjing di Kota Depok tidak terlalu besar namun harus tetap di kampanyekan. Selain itu menurutnya, di tahun 2008, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti perdagangan anjing untuk konsumsi manusia sebagai faktor kontributif terhadap penyebaran rabies.

Perdagangan daging anjing untuk konsumsi dinilai bukan hal yang wajar, karena menurut ketentuan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office Internationale des Epizooties, OIE) dan Codex Alimentarius Commission(CAC), anjing tidak termasuk hewan potong untuk dikonsumsi manusia. “Anjing termasuk kategori hewan kesayangan atau pet animal. Apabila daging anjing dikonsumsi oleh manusia, menurut OIE dan CAC dianggap melanggar prinsip kesejahteraan hewan atau animal welfare, kata Yosi.

Dia berharap, kampanye ini juga diharapkan dapat membantu Pemerintah dalam rangka menciptakan Kesejahteraan Satwa. “Isu ini akan menjadi perhatian kita semua di tahun 2018,” kata Yosi.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang memandang binatang anjing sebelah mata, namun tidak bagi komunitas Dog Lovers Depok. Sejak berdiri pada tahun 2016, DLD menanggap anjing merupakan hewan yang bersahabat dan setia kepada pemiliknya. “Dog Are Not Food, kita akan terus mengedukasi masyarakat untuk itu,” pungkas Yosi.(bersambung)

You may also read!

kantor kelurahan harjamukti korona

Tiga Staff di Kantor Kelurahan Harjamukti Positif Covid-19

SEPI : Suasana Kantor Kelurahan Harjamukti, Selasa (1/9). FOTO : LULU/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS - Tiga

Read More...
Balaikota depok ditutup

Covid-19 Sampai ke Balaikota Depok, Kantor Sekda dan Diskarpus Ditutup Sementara

Ada dua kantor pemerintahan di Balaikota Depok yang ditutup karena ada orang yang terpapar Covid-19.

Read More...
detos suasana malam hari

Ada Pembatasan Aktivitas, Mal di Depok Mulai Bersikap

Gedung Detos yang ada di Jalan Margonda. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kebijakan Tim Gugus

Read More...

Mobile Sliding Menu