Kapolri : Ulama Harus Dijaga

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
SILATURAHMI : Wakil Walikota Depok bersama Komandan Kodim 0508/Depok, Letkol Inf Iskandarmanto berkunjung ke kediaman Ustad Qurtubi Lubis dikawasan RT 10 RW03, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, kemarin.

DEPOK – Setelah beredar surat kaleng yang mengancam nyawa sejumlah ulama di Kota Depok, tak ditanggapi serius sebagian ustad. Bahkan kemarin, sebagian ustad menganggap hal tersebut sebagai perbuatan orang iseng. Namun, Kapolri meminta polisi menjaga ulama.

Juru bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, sudah turun perintah khusus dari Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian berkaitan dengan kasus tersebut.

“Sesuai perintah Kapolri, kami akan menjaga ulama,” katanya di kompleks Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin. “Bentuknya, dimulai dari silahturahim dengan para ulama,” katanya.

Argo enggan merinci perkembangan pemeriksaan kasus teror di Depok pada Sabtu pekan lalu. Yang pasti, Kepolisian mendalami keterkaitan teror via surat kaleng itu dengan dugaan penembakan di studio milik raja dangdut, Rhoma Irama, di Depok.

Sementara, menurut salah satu ustad yang namanya disebut dalam surat kaleng, Ustad Abu Bakar Madris. Dia tidak menanggapi hal tersebut sebagai sebuah ancaman. Saat ditemui di kediamannya, di Kelurahan Kalimulya, Cilodong dia dengan tegas menantang isu yang beredar. “Saya tidak takut oleh penebar teror. Mati kan sudah ada yang mengatur,” kata Abu Bakar Madris kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Isu tersebut, kata dia sengaja dibuat segelintir orang, yang tidak suka terhadap beberapa ulama yang ada di perumahan. “Kalau surat itu rahasia, penulisnya pasti kalang kabut mencari suratnya yang hilang,” terangnnya.

Hal senada juga disampaikan Ustad Qurtubi Nafis, menurutnya ulama yang mendapat ancaman teror tidak perlu takut dengan isu yang belum jelas. “Alhamdulillah saya sih nggak merasa terganggu, cuma memang sebagian warga merasa harus waspada,” kata Ustad Qurtubi.

Namun demikian menurutnya, warga sekitar rumah dia yang berada di RT10/3, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, dan sejumlah jamaahnya merasa resah dengan dengan beredarnya surat kaleng yang mencantumkan namanya.

“Saya juga merasa resah, tapi saya berusaha untuk tidak memperbesar masalah, dengan ini juga saya telah percayakan kepada aparat,” ujarnya.

Dia mengaku, tidak habis pikir dengan beredarnya surat kaleng, dia juga mengaku tidak memiliki musuh. “Dengan ini kita menjadi harus waspada, dan saya tetap menjalani aktifitas saya untuk mengisi sejumlah kajian. Jangan sampai dengan teror seperti ini malah menghambat aktifitas saya,” papar dia.

Pasca beredarnya surat kaleng, setiap malam rumahnya selalu dijaga aparat Kepolisian dan TNI. “Setiap malam juga ada yang jaga, jadi saya tidak perlu khawatir,” katanya.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, kejadian tersebut sebenarnya mengandung hikmah. Dengan adanya aksi tersebut membuat saling menjaga. “Hal seperti ini kan bisa kita ambil hikmahnya, kita jadi bisa perluas silaturahmi,” ucap Pradi saat mengunjungi kediaman Ustad Qurtubi Nafis.

Pradi mengajak masyarakat Kota Depok untuk saling menjaga, karena keamanan dimasyarakat tergantung dari keadaan lingkungan. “Nanti juga akan kita galakan lagi siskamling di Kota Depok, semoga ini menjadikan kita lebih bersosialisasi dan saling menjaga antara masyarakat Kota Depok,” kata Pradi.

Sementara itu, Dandim Depok 0508/Kota Depok, Letkol Inf RM Iskandarmanto mengatakan, kepada ulama yang namanya tercantum dalam surat kaleng tersebut, agar tidak terlalu risau menanggapi surat kaleng yang beredar. “Serahkan tugas pengamanan ini kepada TNI-Polri. Jangan biarkan isu ini berlarut-larut,” tegas Dandim.

Guna memberi keamanan kepada ulama yang mendapat teror bunuh, Dandim juga mengunjungi rumah sejumlah ulama. Menurutnya, silaturahmi yang dilakukan Dandim ke sejumlah ulama yang ada di Kota Depok bukan hanya kali ini saja. “Ini bukan kali ini saja kami mengunjungi ulama, kegiatan ini juga sering kita lakukan,” ujar Dandim.

Dirinya mengatakan pihaknya terus melakukan pendekatan bersama rakyat. Karena TNI berasal dari rakyat dan mengabdi untuk raktyat.(cr2)

You may also read!

logo UI dari jauh

Peneliti dan Akademisi UI Soroti Kebijakan Prioritas untuk Covid-19

SUASANA ASRI : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Universitas Indonesia (UI). FOTO : AHMAD FACHRY

Read More...
santunan yatim di jatimulya

423 Warga Jatimulya Terima Santunan

BERBAGI : Camat Cilodong Supomo didampingi Ketua Panitia Santunan Yatim dan Dhuafa Jatimulya, H Adi

Read More...
sosialisasi empat pilar milenial

Hasbullah Sosialisasi Empat Pilar ke Milenial Cilodong

SOSIALISASI : Anggota DPRD Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad (Kedua dari kanan) di damping istri

Read More...

Mobile Sliding Menu