Kuy Wakafkan RTH ke FKH Nusantara

In Metropolis
IRWAN / RADAR DEPOK
DISKUSI : Para aktifis lingkungan bersama BBWSCC usai melaksanakan diskusi di Saung Joglo, kawasan Situ Pengasinan, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, kemarin.

DEPOK – Forum Komunikasi Hijau (FKH) Nusantara yang diisi sejumlah aktifis lingkungan, meluncurkan wakaf Ruang Terbuka Hijau (RTH), kemarin. Gerakan ini menyusul keprihatinan tentang minimnya RTH di Kota Depok.

Koordinator FKH Nusantara Depok, Hery Syaifudin mengatakan, wakaf RTH ini sebagai bentuk bagian dari kampanye pertobatan ruang. Gerakan ini juga tak lain, upaya penyadaran kolektif tentang pentingnya penguatan kedaulatan ruang sebagai represtasi NKRI. “Wakaf RTH berawal dibentuk dari keprihatinan tentang minimnya RTH di Depok khususnya,” kata Hery kepada Radar Depok, kemarin.

Bahkan, ia menilai pemerintah kota maupun kabupaten kurang keberpihakan dalam kebijakan dan startegi pemenuhan RTH. Ke depan, Wakaf RTH yang digagas FKH Nusantara ini akan menjadi upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara dan kesejatian bangsa Indonesia yang berpijak pada ruang-ruang kebersamaan.

“Sebuah local wisdom yang mengajarkan kedaulatan ruang sebagai ajang sesungguhnya, dari pelaksanaan seperangkat konsep nilai keberagamaan dan kemanusiaan,” terang dia.

FKH Nusantara juga, tambah Hery, mendorong pemerintah pusat untuk menyerahkelolakan lahan-lahan miliknya di daerah kepada pemerintah daerah. Utamanya untuk penambahan RTH publik. Sehingga, hal ini selain akan mendorong percepatan penambahan kuantitas RTH, juga pemerataannya.

“Mengingat pentingnya daya dukung lingkungan terhadap suatu kawasan dalam pembangunan, sebaran RTH yang merata di seluruh kawasan kota adalah sebuah keniscayaan,” tegasnya.

Sementara, Pakar Tata Kota, Nirwono Joga mengapresiasi langkah FKH Nusantara membentuk wakaf RTH. Karena dengan adanya wakaf RTH bisa membantu negera ini tetap hijau dan asri.

Kata dia, RTH di kota atau kabupaten se-Indonesia hanya berada di kisaran 9-11 persen.

Padahal Undang Undang No26 tahun 2007 mewajibkan setiap kota dan kabupaten untuk memenuhi kebutuhan RTH sebesar 30 persen dari total luas wilayahnya. “Iklim tropis dan curah huan yang tinggi membuat Indonesia membutuhkan taman-taman dalam kota sebagai penurun panas, daerah tampungan air, pemroduksi oksigen, penangkap karbon, dan penambah kecantikan kota,” tutur Nirwono.

Namun kata dia, kenyataannya agak sulit menjumpai pemerintahan kota dan kabupaten yang menjadikan pemenuhan RTH sebagai prioritas program.

Alasanya, lanjut dia, karena keterbatasan anggaran dan skala prioritas selalu menjadi alasan sakti pemerintah untuk menomorduakan program pemenuhan RTH. Karenan itu, wakaf RTH akan menjadi jawaban sekaligus solusi dari keterbatasan yang selalu menjadi ‘black embek’ dalam pemenuhan RTH.

Bahkan kata dia, wakaf RTH mengajak sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat untuk ikut serta. Dalam pemenuhan RTH melalui pemanfaatan lahan-lahan, atau pekarangan rumah mereka yang tidak dimanfaatkan atau mengganggur. “Ini sekaligus komitmen untuk tidak menambah bangunan di atasnya,” katanya.

Aksi Wakaf RTH ini, sambungnya, mewakili generasi masa depan untuk mengetuk pintu hati dan nurani semua pihak. Agar menyegerakan pemenuhan ruang-ruang partisipasi, dan interaksi sebagai ajang tumbuh-kembang anak-anak generasi penerus bangsa ini.

Hal ini sambung dia, selaras dengan UU 26 pasal 37 ayat (2) sampai (4), yang berbunyi sebut dia, izin pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dibatalkan oleh pemerintah, dan pemerintah daerah menurut kewenangan masing-masing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lalu izin pemanfaatan ruang yang dikeluarkan dan diperoleh dengan tidak melalui prosedur yang benar, batal demi hukum. Ditambah lagi, izin pemanfaatan ruang yang diperoleh melalui prosedur yang benar, tetapi kemudian terbukti tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. “Nah ini dibatalkan oleh pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya,” bebernya. (irw)

You may also read!

PNJ ke sungai ciliwung

Penanganan Pandemi Covid-19 dengan Memanfaatkan Limbah Kayu di Komunitas Ciliwung Depok

Foto bersama peserta, narasumber, dan panitia, dan mitra KCD. RADARDEPOK.COM - Sudah menjadi syarat, saat ini

Read More...

5 Fakta dari Terpaparnya virus Korona Istri Walikota Depok

Elly Farida.   RADARDEPOK.COM - Istri dari Walikota Depok Mohammad Idris, yakni Elly Farida dinyatakan positif virus

Read More...
pnj kasih mesin cuci tangan ke SMP

PNJ Hibahkan Perangkat Alat Cuci Tangan Portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok

BERMANFAAT : Program Studi D-III Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) hibahkan

Read More...

Mobile Sliding Menu