Lihat Penat Hilang, Buat Filosofi 3E

In Komunitas Depok, Metropolis
SANI/RADAR DEPOK
Para anggota Komunitas Depok Berkebun mengkampanyekan 3E saat berada di Kebun Azalea, Grand Depok City.

Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang tidak begitu luas, para member Komunitas Depok Berkebun menyulap lahan tersebut menjadi lahan perkebunan dengan tanaman organik, hidroponik, hingga akuaponik.

Laporan: NUR APRIDA SANI

Aneka profesi anggota Komunitas Depok Berkebun memanfaatkan ruang terbuka, di rumahnya masing-masing dengan ditanamkan aneka jenis tanaman. Walaupun ditengah kesibukannya, mereka tetap meluangkan waktunya untuk berkebun. “Hampir seluruh anggota punya kebun sendiri dirumah, dan mereka juga yang kelola. Termasuk saya juga,” kata Ujang.

Jam sudah menunjukan pukul 12.00 WIB, adzan Zuhur sudah mulai berkumandang saat awak Radar Depok masih mewawancarai Ujang Subrata di Kebun Azalea.

Sambil berjalan kesana kemari di Kebun Azalea, Ujang kembali menceritakan tentang komunitas yang sudah terbentuk sejak 2011 tersebut. Jauh sebelum Depok Berkebun terbentuk, dia dan para anggota lainnya sudah lebih dulu memiliki lahan kebun dirumah.

Hal itulah yang menjadi keunikan dari komunitas ini, disaat komunitas lain yang sama-sama dibawah naungan Indonesia Berkebun memiliki sebuah lahan kebun sendiri yang dirintis dari awal, tapi komunitas ini tidak demikian.

“Walaupun ada anggota yang tidak hadir untuk kumpul, bukan berarti mereka sudah tidak peduli dengan alam melainkan dirumah juga urus kebun masing-masing,” lanjut Ujang bercerita.

Rata-rata anggota komunitas ini mengakui, setiap kali pulang bekerja mereka selalu melihat lahan kebunnya masing-masing. Hal itu dilakukan karena kecintaan mereka yang sangat besar terhadap tanaman.

Kebiasaan seperti itu juga dilakukan oleh Ujang dirumahnya. Menurut dia, dengan melihat tanamannya hari ke hari tumbuh dapat membuat penat, yang ia rasakan selama satu hari penuh bekerja hilang.

“Rutin setiap hari, setengah jam sebelum masuk kerumah saya keliling pekarangan rumah dulu untuk lihat tanaman. Capek langsung ilang setelah melihat tanaman yang ditanam tumbuh,” kata Ujang dengan seriusnya.

Berangkat dari kecintaan terhadap alam, Komunitas Depok Berkebun memiliki filosofi 3E, Ekologi, Edukasi, dan Ekonomi. Ujang Menjelaskan tentang E yang pertama yakni ekologi, berinteraksi itu bukan hanya sesama manusia saja namun juga perlu dengan makhluk hidup lain seperti tanaman.

Untuk sisi edukasinya, mampu mengajarkan anak-anak serta seluruh masyarakat untuk mengelola dan mencintai tanaman. Lalu untuk sisi ekonominya, hasil yang diperoleh dari tanaman tersebut dapat dinikmati bersama. “Tanpa keinginan dari dalam diri, berkebun itu tak akan sempurna, jadi harus digali terus-menerus,” jelas Ujang.

Ujang berharap, Komunitas Depok Berkebun kedepannya dapat menginspirasi masyarakat lebih luas lagi dan akan mengadakan kegiatan workshop di setiap pekannya. “Pokoknya kita akan lakukan apa saja untuk menambah pengetahuan para anggota terhadap tanaman. Dengan begitu kita sudah berkontribusi lebih jauh terhadap alam ini,” tutup Ujang. (*)

You may also read!

protokol kesehatan SDN Cipayung 4

Meski PJJ, SDN Cipayung 4 Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

BERSIH : Kepala SDN Cipayung 4, Juanda sedang mencuci tangan di lingungan sekolahnya, Kamis (27/08).

Read More...
kelurahan duren mekar swab test

ASN Kelurahan Duren Mekar di-Swab Test

DITES : Petugas Kesehatan Puskesmas Duren Seribu melaksanakan swab test terhadap ASN dan Non ASN

Read More...
bersaing ikut SKPP nasional

Positif Covid-19 di Bawaslu Depok Bertambah Dua Orang

DARING : Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini bersama Kepala SKPP Kota Depok, Dede Selamet

Read More...

Mobile Sliding Menu