Melihat Giat Volunteer Adipura Depok

In Komunitas Depok, Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PAHLAWAN LINGKUNGAN : Tim Satgas Banjir sedang menyingkirkan sampah dan lumpur yang ada di tiang Jembatan Panus di wilayah Kelurahan Depok, Pancoranmas, Kamis (8/3).

Volunteer Adipura membersihkan jembatan bersejarah di Kota Depok, yakni Jembatan Panus. Kelompok ini merupakan Komunitas dan aktivis lingkungan Kota Depok bekerjasama dengan Pemkot Depok dan masyarakat yang berjuang bersama untuk mempertahankan Piala Adipura.

 LAPORAN: Ricky Juliansyah

Masih terekam jelas, 2 Agustus 2017, Walikota Depok, Wakil Walikota Depok, Ketua DPRD Kota Depok mengarak Piala Adipura melintasi sejumlah jalan protokol di kota sejuta belimbing. Ratusan bahkan ribuan warga pun dengan antusias menyambut arak-arakan piala prestisius di bidang lingkungan hidup tersebut.

Bagaimana tidak antusias, sejak Depok memiliki pemerintahan sendiri dan memisahkan diri dari Kabupaten Bogor di 1999, Piala Adipura kategori kota metropolitan baru dapat digenggam di tahun 2017.

Piala Adipura menjadi hadiah terindah bagi semua pihak khususnya warga yang setia dalam menjaga dan merawat lingkungan. Terlebih, mereka yang peduli dengan kondisi lingkungan di Kota Depok. Namun, Piala Adipura bukan simbol kesempurnaan dimana Kota Depok bersih dan bebas sampah, melainkan sebagai pemicu agar dapat semakin giat dan semangat menuntaskan masalah lingkungan khususnya sampah.

Selain itu, mempertahankan piala tersebut, justru lebih sulit dari meraihnya. Untuk itu, Volunteer Adipura Depok ingin kotanya kembali menggenggam ajang prestisius tersebut dengan melakukan aksi nyata membantu membersihkan titik-titik pantau penilaian Adipura dan menggungah kesadaran masyarakat untuk cinta akan kebersihan lingkungan.

Salah satu contoh nyata mereka yakni membersihkan salah satu titik pantau penilaian Adipura di Kota Depok, yakni Jembatan Panus. Sejak Jumat (2/3) kemarin, Volunteer Adipura dari komunitas Yayasan Sahabat Ciliwung, Komunitas Peduli Pesanggrahan Depok (KP2D), Menwa UVN, MTMA Depok, Pramuka Peduli Kota Depok, DCC, Yayasan Lembaga Cornelis Castelin (YLCC) dan warga sekitar bahu membahu membersihkan jembatan bersejarah di kota sejuta belimbing.

Diketahui sejak banjir beberapa minggu lalu, kaki Jembatan Panus kembali ditutupi sampah dan lumpur yang terbawa air. Karenannya, sejak Jumat, mereka membersihkan dengan bertaruh nyawa di Sungai Ciliwung.

“Ini merupakan salah satu titik pantau. Saling bergantian, mereka tidak datang tiap hari. Kami juga dibantu oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR),” kata Ketua Yayasan Sahabat Ciliwung, Hidayat.

Tanpa mengurangi rasa hormat dan bangga dengan kawan-kawan komunitas yang sudah ikut membersihkan kaki Jembatan Panus, Hidayat sendiri mengaku salut dan bangga dengan Satgas Banjir yang dimiliki DPUPR Kota Depok. Sebab, perjuangan mereka luarbiasa memerdekakan sungai, situ dan saluran air yang ada di Depok dari sampah, sendimen lumpur dan lainnya.

“Hari ini sangat luarbiasa, kami yang sudah hampir putus asa mengangkat dapur bambu, kayu dan sampah yang tersangkut di Kaki Jembatan Panus, sedikit demi sedikit mulai berkurang dengan bantuan mereka. Setiap hari mereka turun bersama kami,” ucap Hidayat. (*)

You may also read!

MTQ kota depok ke subang

Depok Kirim 54 Kafilah ke MTQ Jabar XXXVI

LEPAS : Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial, Sri Utomo, memberikan sambutan sekaligus melakukan Pelepasan Peserta

Read More...
fadil haq tidar

PC TIDAR Depok Gencarkan #BeraniBerubah

Wakil Ketua Umum PC Tidar Kota Depok, Fadil Haq.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Surat Keputusan (SK) DPP

Read More...
jamsostek hari pelanggan

BPJAMSOSTEK Meriahkan Hari Pelanggan Nasional

HARI PELANGGAN : BPJAMSOSTEK Cabang Depok turut memeriahkan Hari Pelanggan Nasional Tahun 2020. Pada giat

Read More...

Mobile Sliding Menu