Menengok Program Green to School

In Komunitas Depok, Pendidikan, Politika
RICKY/RADAR DEPOK
AKSI NYATA: Aktivis lingkungan Kota Depok saat melakukan program Green to School kepada siswa SMP Negeri 8 Depok, di Komplek PT. Timah Kelapa Dua, Jalan Tugu Raya, Kelurahan Tugu, Cimanggis, Tugu, Cimanggis.

Program Green to School yang dibidani Yayasan Sahabat Ciliwung bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok dan sahabat pencinta lingkungan Kota Depok untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) banyak diminati sekolah. Bahkan, sampai saat ini sudah sampai 15 titik yang didatangi.

LAPORAN: Ricky Juliansyah

 

Sejak dimulai 12 Februari lalu oleh Yayasan Sahabat Ciliwung bersama Komunitas Peduli Pesanggrahan Depok (KP2D), Srimurti Green House dan DLKH Kota Depok ada 12 Februari kemarin. Program Green to School mendapat tempat dihati para sekolah-sekolah.

Bagaimana tidak, per 6 Maret 2018 saja, para pecinta lingkungan yang melakukan aksi nyata di lingkungan Kota Depok ini sudah menjalankan program positif yang bermuaral untuk mencintai lingkungan yang bersih dan terbebas dari sampah dengan mendaur ulang sampah itu sudah mencapai 15 titik sekolah.

“Per hari ini sudah ada 15 tempat atau sekolah yang kami datangi untuk program Green to School ini,” kata Koordinator Green to School Hidayat.

Green to School sendiri merupakan program ke sekolah yang memberikan wawasan lingkungan kepada siswa dan seluruh sivitas di sekolah yang dituju, adapu materi yang diberikan meliputi memberikan pengetahuan dasar, pengenalan lingkungan hidup, pengenalan jenis-jenis sampah dan klasifikasinya dan praktek pemilahan sampah.

Kemudian, kegiatan lanjutannya mengenai, pengenalan sampah organik dan klasifikasinya, paparan materi tatakelola sampah organik, praktek pembuatan pupuk organik padat dan cair, pngenalan sampah anorganik, mengajak siswa dan organisasi sekolah membentuk Bank Sampah.

Selain itu, pembuatan kerajinan daur ulang berbahan baku sampah anorganik, mengajak pihak sekolah membentuk bank pohon di area lingkungan sekolah, mengajak dan merekrut siswa/I untuk ikut serta menjadi nasabah bank pohon, mengadakan penaman pohon di area lingkungan sekolah dan sekitar lingkungan sekolah dan kontrol perawatan pohon.

Menurut bapak dua orang anak ini, sudah terjadwal hingga 24 sekolah yang mengikuti program Green to School dimana akan selesai pada 12 Maret, yang akan dilaksanakan tiap hari Senin sampai Jumat.

Target program Green to School, lanjut Dayat adalah memberikan edukasi lingkungan kepada siswa dan mengajak, merekrut siswa mendaur kader lingkungan sekolah yang pada akhirnya akan menjadi duta lingkungan sekolah Kota Depok.

“Dari kader dan duta lingkungan sekolah inilah kami berharap siswa dapat mengajak, mengawal program kebersihan dan penghijauan di sekolah. Bahkan meraka akan membawa edukasi ini ke rumah masing-masing. Dengan menciptakan generasi masa depan yang berwawasan lingkungan,” ucap Dayat. (*)

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu