Paripurna Alpa

In Metropolis
RUBIAKTO/RadarDepok
SEPI: Setengah Anggota DPRD Kota Depok Bolos Sidang Paripurna dalam rangka Penyampaian Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kota Depok Tahun 2019, di Gedung DPRD, kemarin.

DEPOK-Pembangunan tahun 2019 sedang digodok anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kota Depok. Sebagian besar pokok pikiran dewan, lebih mengacu pada kegiatan makro yang ada di Kota Depok. Ironinya, Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD itu, keadaan ruang sidang nampak sepi. Selain tidak dihadiri camat, setengah anggota DPRD Kota Depok juga tidak mengikuti sidang alias alpa, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Depok.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengultimatum, kepada camat yang tidak mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Kota Depok. Menurutnya, camat harus mengikuti tahapan pembangunan di Kota Depok. “Camat jangan sampai tidak mengikuti tahapan, karena nanti validasi dari tingkat kecamatan, Camat setempat bertanggung jawab,” kata Pradi kepada Harian Radar Depok, selepas rapat paripurna.

Terkait pokir, lanjut Pradi, ajuan yang ada harus bersinergi dengan janji politik Walikota dan Wakil Walikota Depok. Jadi dia akan menimbang pokir yang dimiliki DPRD Kota Depok. Dia mengutamakan mana yang menjadi prioritas pembangunan di Kota Depok. “Salah satunya, harus sejalan dengan janji politik yang pemerintah canangkan,” terangnya.

Selain itu, sambung Pradi tidak hanya memprioritaskan program makro yang menjadi target pokir di 2019. Masih banyak program berskala sedang dan kecil yang masih perlu menjadi perhatian. “Pokir yang diusulkan jangan terlalu jauh dengan RPJMD Kota Depok tahun 2016-2021,” tegas Pradi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, pokir yang disampaikan setiap komisi nantinya akan menjadi program pemerintah. Pokir pembangunan di tahun 2019 akan memprioritaskan program yang berskala makro.

“Kami tidak lagi berbicara soal program yang kecil-kecil seperti pembuatan saluran. Tapi bagaimana upaya untuk mengurangi kemacetan salah satunya dengan program pembukaan Jalan Margonda–Cinere,” kata Hendrik kepada Radar Depok.

Namun, demikian dia belum bisa memastikan berapa anggaran yang bakal digelontorkan. DPRD mengaku, masih menunggu Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS). “Tergantung keutuhan aja, program yang diprioritaskan yang mana, dan anggaran yang akan dibutuhkan,” tandas HTA -sapaan akrabnya-.

Pantauan Radar Depok, keadaan ruang sidang nampak sepi, selain tidak dihadiri camat, setengah anggota DPRD Kota Depok juga tidak mengikuti sidang. Tercatat hanya ada 24 anggota dewan yang hadir dari 50 anggota DPRD Kota Depok.(cr2)

You may also read!

berita acara bukopin

Pemerintah dan Regulator Menjaga Bukopin Dan Dana Nasabah

Direktur Utama Bank Bukopin, Rivan A. Purwantono.   RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Bank Bukopin baru saja selesai melaksanakan

Read More...
acara muharram di pengasinan

Satpol PP Kota Depok Tidak Tahu Ada Dangdutan di Muharram Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...
acara muharram di pengasinan dibubarkan

Langgar Protokol Kesehatan, Polisi Bubarkan Acara Muharram di Pengasinan

UNDANG ARTIS : Kegiatan peryaan 10 muharam di Kelurahan Pengasinan.  FOTO : INDRA SIREGAR /

Read More...

Mobile Sliding Menu