Pemkot Depok Belum Bisa Putuskan

In Satelit Depok, Wilayah Depok
IRWAN/RADARDEPOK
DISKUSI: Kepala BKD Depok Nina Suzana bersama Suganda melihat jalan masuk Kecamatan Limo yang hingga kini belum ada kesepakatan yang inkrah, kemarin.

DEPOK– Sengketa lahan akses Kantor Kecamatan Limo masih deadlock, kemarin. Kedua pihak antara Pemkot Depok dengan Suganda yang mengklaim lahannya, masih menunggu hasil pengukuran lahan yang dilakukan Badan Pertanahan Negara (BPN) Depok, Rabu (14/3).

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Depok Nina Suzana mengatakan, Pemkot belum bisa menentukan keputusan terhadap permasalahan akses jalan masuk kantor Kecamatan Limo yang diklaim Suganda.

“Belum ada keputusan tentang status lahan masuk kantor Kecamatan Limo. Tapi, tadi (kemarin) sudah ada kesepakatan untuk menindaklanjut musyawarah setelah dilakukan pengukuran BPN pada Rabu, 14 Maret,” tutur Nina kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Mantan Kasatpol PP Depok ini menyebutkan, terkait masalah pembangunan town house, pengembang memiliki kewajiban untuk menyisihkan 40 persen lahan untuk fasos fasum. Dan sesuai aturan lahan fasos fasum itu akan diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

“Pengembang berkewajiban untuk menyerahkan fasos fasum kepada pemerintah 40 persen. Jika pengembang memiliki lahan lebih dari 3.000 meter persegi, maka mereka harus menyerahkan sedikitnya minimal 1.200 meter untuk fasos fasum,” terang Nina.

Jika nanti sudah diukur ulang, sambung Nina nanti akan diketahui berapa luasan fasos fasum yang akan diserahkan ke Pemkot Depok.

“Sebenarnyakan hanya sekitar 340 meter saja jalan masuk kecamatan yang masuk lahan Suganda, tapi jika benar ya. Kami masih menunggu pengukuran ulang,” katanya.

Sementara, Suganda pengembang Town House Grand Limo Residence mengaku, siap untuk melanjutkan perundingan dengan Pemerintah. Dari dulu sudah mengajukan kepada Pemkot Depok tentang permasalahan ini. Soal akan ada lanjutan pembicaraan silahkan saja, dia ikut saja. Tapi, saat ini jangan hitung-hitungan dulu soal fasos fasum atau luasan lahan terkena akses jalan.

“Kami juga akan mempertanyakan soal lahan kami yang  dipakai buat jalan sejak tahun 1998 atau sekitar 28 tahun, apakah itu nanti akan dihitung sewa atau seperti apa nantinya” tandas Suganda.(irw)

You may also read!

rodiah berkerudung merah

Minimnya Sarana Siswa dalam Belajar Daring

  Oleh : Rodiah Ambarsari, M.Pd Guru SMP Negeri 1 Kota Depok   SAYA mempunyai pengalaman yang mengharukan, lucu, menarik, membuat merenung, yang

Read More...

Jeanne Noveline : Pembatasan Aktivtas Malam Baiknya Dipatuhi

Jeanne Noveline Tedja   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembatasan aktivitas malam mendapat tanggapan dari pengamat Kota Depok, Jeanne

Read More...
Dadang wihana tentang korona

Satgas Covid-19 : Tidak Ada Jam Malam di Depok

Wakil Ketua I/Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok, Dadang Wihana.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemberlakukan jam

Read More...

Mobile Sliding Menu