Pengusaha Jalan Margonda Wajib Tanam Pohon

In Metropolis
AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
MELINTAS : Sejumlah kendaraan sedang melintas di kawasan Jalan Margonda Raya, Kota Depok.

DEPOK-Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, meminta kepada para pengusaha di Jalan Margonda untuk menanam pohon. Penegasan itu dilakukan guna mengantisipasi peningkatan pencemaran udara di kawasan jalan tersebut.

“Kami minta para pengusaha yang ada di sepanjang Margonda Raya untuk wajib menanam pohon, misalnya menggunakan pot di depannya,” kata Kepala DLKH Kota Depok, Ety Suryahati kepada Harian Radar Depok.

DLHK juga menanam pohon di sekitar jalan tersebut. Sebab, untuk menjaga pemcemaran polusi udara solusinya yakni menanam pohon di sepanjang Jalan Margonda Raya. Meski kadar polutan di sana masih aman.

“Belum sampai yang dikhawatirkan, karena kami melakukan pemeriksaan kadar polutan setiap enam bulan sekali,” katanya.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Sri Utami mengapresiasi langkah DLKH Depok meminta kepada pengusaha disepanjang Jalan Margonda untuk menanam pohon.

Langkah ini memang seharusnya dilakukan karena Kota Depok sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Pedoman Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) no 3 Tahun 2013.

Di dalam Perda itu, setiap bangunan dengan luar 120 meter wajib menanam satu pohon.

Sedangkan jarak sampai 200 meter harus di tanam dua pohon. Tapi Sri menilai perda ini belum ada kesunguhan untuk ditegakan. “Pemahaman menanam pohon di dalam perda ini bukan di pot,” ujar Sri.

Dinas terkait jangan bosan terus meminta kepada pengusaha untuk menanam pohon. Kalau perlu DLHK memberikan arahan langsung ke pengusaha di jalur Jalan Margonda, seperti posisi penempatan menanam pohon di tepi kiri batas ruko, sehingga tidak menghalangi mobolitas mobil yang keluar masuk saat pakir.

“DLHK harus lebih keras demi Jalan Margonda yang hijau. Apalagi kita tahun lalu sudah mengesahkan Perda Kota Hijau itu yang merupakan perda inisiatif DPRD, namu belum ada register masih dalam proses di Pemerintah Propinsi Jawa Barat,” bebernya.

Penanam pohon ini jelas Sri,  berkaitan dengan konservasi air dan bisa menyerap polutan sekaligus akaranya bisa menyimpan air. Namun, melihat kondisi sekarang di Jalan Margonda sepandan jalan habis tak tersisa pohon-pohonya.

Jadi kata Sri, terkesan begitu menghormati pengendara mobil sampai rela untuk membabat pohon yang berjasa mensupplay oksigen dan menyerap polutan di jalan tersebut.

“Jadi DLHK pernah menyampaikan bahwa pencemaran udaran di Jalan Margonda masih level aman. Tapi kalau lihat sore hari berkabut putih itu bukan kabut, tapi polutan gas buangan. Saya kok gak percaya kalo masih aman. Harus dicek lagi,” bebernya.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi pencemaran udara di Jalan Margonda opsinya disarankan untuk mempertahankan jalur hijau di tengah Jalan Margonda.

“Jalur hijau di Jalan Margonda tidak bisa ditawar lagi harus tetap dipertahankan, dan harus diupayakan lebih rimbun. Trembesi yangg mati harus segera diganti,” ungkapnya. (irw)

You may also read!

RSUI terima pasien rujukan

Pasien Covid-19 yang Bunuh Diri di RSUI, Bukan Warga Depok

RSUI : Sejumlah kendaraan melintas di dekat gedung Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI). FOTO :

Read More...
gedung RSUI

Pasien Covid-19 di Depok Loncat dari Lantai 13 RSUI

Gedung RSUI.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – YS (52) seorang pasien virus Korona (Covid-19) yang dirawat di Rumah

Read More...
Iklan bni

BNI Syariah Depok Ajak Nasabah Ngaji Seumur Hidup

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - BNI Syariah memiliki program Nabung Haji Bisa Ngaji bekerjasama dengan Askar Kauny yaitu lembaga non profit

Read More...

Mobile Sliding Menu